sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Market 14 Mei: IHSG masih tertekan akibat perang dagang China-AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih tertekan oleh sentimen perang dagang Amerika Serikat dan China.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 14 Mei 2019 06:12 WIB
Market 14 Mei: IHSG masih tertekan akibat perang dagang China-AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih tertekan oleh sentimen perang dagang Amerika Serikat dan China. Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menilai IHSG masih akan bertahan di area support 6.100 dengan level resistance 6.225. 

Pelaku pasar diperkirakan masih menunggu ketidakpastian pada tindakan balasan yang dijanjikan oleh China setelah AS meningkatkan tensi perang dagang pada pekan lalu.

"Mata uang Asia dan emerging market tertekan, sementara harga minyak naik 1% setelah Arab Saudi menyatakan dua tanker disabotase dan diserang saat berlayar menuju Teluk Persia, sehingga berpotensi mengurangi pasokan," kata Lanjar dalam riset yang diterima Alinea.id pada Senin (13/5).

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi penekan lantai bursa. Rupiah ditutup melemah 0,67% ke level Rp14.423 per dolar AS kemarin. 

Pada perdagangan Senin (13/5), IHSG ditutup ambrol 1,18% sebesar 73,72% ke level 6.135,39. Penutupan IHSG awal pekan ini membuat indeks lebih rendah 0,95% dari akhir tahun 2018.

Seluruh sektor ditutup di zona merah seiring aksi jual asing yang berlanjut di lantai bursa. Investor asing mencatatkan net sell Rp694,6 miliar, sehingga capaian net buy berkurang menjadi Rp60,35 triliun sejak awal tahun.

"Indeks saham industri kimia dasar yang melemah 2,69% dan properti turun 2,67% menjadi penekan pelemahan IHSG. Produsen semen terprosok, SMGR ambrol 6,05% dan INTP melemah 1,80% setelah data penjualan semen dalam negeri turun 8,7% yoy pada bulan lalu," kata dia.

Saham-saham yang masih dapat dicermati, lanjut lanjar, di antaranya UNVR, KLBF, BBRI, BBTN, IMJS, PGAS, ITMG, INDY, PTPP, MNCN, dan ERAA. 

Sponsored

Sebaliknya, analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memerkirakan IHSG masih akan melanjutkan tren pelemahan akibat sentimen pasar global. Market dunia memang tengah dipengaruhi oleh rencana pengenaan tarif bea masuk AS terhadap barang-barang impor asal China.

Dia menilai penurunan IHSG seiring dengan melemahnya bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 0,72%, Topix Jepang juga tertekan 0,53%. Sedangkan, Indeks Shanghai China melorot 1,65%, Kospi Korea Selatan meluncur 1,38%.

"Eskalasi perang dagang AS-China berdampak pada sell-off di bursa saham Asia," urainya secara terpisah.

Dennies memprediksi IHSG akan melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (14/5). Dennies mengatakan, secara keseluruhan pergerakan masih akan dipengaruhi sentimen global efek dari pengenaan tarif oleh AS terhadap barang-barang asal China.