sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelantikan kabinet Jokowi bikin pasar keuangan bergairah

IHSG dan rupiah kompak menguat merespons pelantikan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 23 Okt 2019 22:07 WIB
Pelantikan kabinet Jokowi bikin pasar keuangan bergairah

Pelantikan menteri dan pejabat setingkat menteri Kabinet Indonesia Maju yang dilaksanakan pada Rabu (23/10) disambut positif di pasar finansial Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,52% ke level 6257,8. Sementara, berdasarkan pasar spot, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada level Rp14.051.

Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management (BTIM), Budi Hikmat, mengatakan pasar bereaksi positif baik pada komposisi anggota kabinet, maupun pesan dan perintah yang disampaikan oleh Presiden Jokowi pada saat perkenalan tadi pagi.

“Ditetapkan kembali ibu Sri Mulyani sebagai menteri keuangan menjadi jaminan kebijakan fiskal yang berhati-hati yang sejauh ini paling diapresiasi investor melalui survei Global Competitiveness Index," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Selasa (23/10).

Budi melanjutkan, dengan posisi neraca berjalan yang defisit, Indonesia membutuhkan pembiayaan yang berasal dari investor asing. Investor internasional, lanjut Budi, juga mengakui ada perbaikan kualitas infrastruktur yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama. 

"Pada periode kedua, pemerintah diharapkan fokus mengatasi berbagai tantangan penting yang meliputi reformasi pasar tenaga kerja dan penguatan kualitas sumber daya manusia yang inovatif dan mumpuni dalam bidang teknologi informasi. Investor juga menanti penguatan infrastruktur dasar seperti air, listrik dan gas," tutur Budi.

Sementara itu, analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan penguatan IHSG didorong oleh sektor agribisnis dan industri dasar. 

"IHSG ditutup menguat didukung optimisme pasca pengumuman menteri pada kabinet baru yang mendorong investor menjadi lebih agresif masuk ke pasar saham," kata Dennies. 

IHSG ditutup menguat 0,52% sebesar 32,3 poin ke level 6.257,8 dengan pergerakan 6.197,95-6.257,8. Sepanjang hari, 17 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp9,6 triliun.

Sponsored

Penguatan IHSG membuat capaian sejak awal tahun berada di zona hijau 1,02%. Dorongan IHSG ke zona hijau terjadi pada nyaris seluruh sektor meski masih tertahan oleh dua sektor yang berakhir di zona merah.

Meski menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp231,17 miliar. Sehingga, net sell tersebut membuat capaian net buy sejak awal tahun tergerus menjadi Rp48,99 triliun.

Jika dibandingkan dengan bursa di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik, IHSG menjadi bursa saham dengan penguatan tertinggi. Bahkan, di ASEAN dan Asia Pasifik mayoritas bursa saham berakhir di zona merah.

Surat berharga

Selain berbagai keberhasilan reformasi struktural dan transformasi sumber daya manusia, Budi menekankan proyeksi pasar finansial Indonesia hingga akhir tahun masih dibayangi dengan kondisi global. Berbeda dibanding tahun 2018, Budi lebih optimistis terhadap prospek pasar modal tahun 2019 dan 2020 karena terkait momentum yang lebih bersahabat terhadap negara berkembang.

“The Fed dan ECB nampaknya mengikuti strategi Bank of Japan yang menggelontori likuiditas untuk mempermudah masyarakatnya yang menua dalam proses penurunan utang (de-leveraging). Saat ini BoJ menguasai sekitar 45% SBN, jauh melebih ECB (22,4%) dan the Fed (12,9%)," ujar Budi. 

Kelebihan likuiditas yang diciptakan aksi quantitative easing ini, lanjut Budi, bakal menjaga suku bunga global rendah lebih lama yang cenderung tidak memicu inflasi. Budi melihat, kondisi seperti ini lebih menguntungkan investasi dalam surat berharga negara (SBN). 

Budi menilai peluang investasi dalam aset saham baru akan lebih jelas setelah yield SBN bertenor 10 tahun turun dibawah 7% dan ada indikasi penguatan daya beli. 

Budi pun mengingatkan kinerja investasi saham lebih ditentukan oleh stock-picking ketimbang asset allocation. Dahulu, ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia biasa memicu kenaikan harga saham sektor properti dan otomotif selain perbankan. Namun dengan daya beli yang belum pulih, penurunan suku bunga lebih menopang saham perbankan.

“Ada istilah TINA (there is no alternatif) di mana investor terpaksa memilih saham perbankan termasuk karena faktor likuiditas selain kemampuan mempertahankan margin. Namun beberapa waktu lalu, sektor perbankan terhantam isu kredit bermasalah di samping valuasi yang relatif mahal ketika sektor perbankan dunia dianggap lebih mudah,” tutur Budi.  

Hingga akhir tahun, Budi memprediksi IHSG pada kisaran 6.300. Yield SBN 10 tahun berpeluang berada dalam rentang 6,8%-7% yang dipicu oleh arus masuk modal asing yang juga berpotensi memperkuat rupiah menguat di bawah Rp14.000-an.

Pada perdagangan Rabu (23/10), kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 9 poin atau 0,06% menjadi Rp14.032 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.041 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.035 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.016 per dolar AS hingga Rp14.060 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari yang sama menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.051 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.058 per dolar AS.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duduk lesehan di undak-undakan istana bersama Wakil Presiden pagi ini, saya mengumumkan para menteri Kabinet Indonesia Maju. Ada wajah lama, ada muka baru. Semuanya akan bekerja membantu saya, mengejar ikhtiar bersama menuju Indonesia maju. Pesan saya kepada para menteri kabinet yang utama adalah: jangan korupsi! Ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Kedua, tidak ada visi dan misi menteri. Hanya ada visi dan misi presiden dan wakil presiden. Ketiga, semua harus bekerja cepat, kerja cerdas, dan produktif. Keempat, jangan terjebak pada rutinitas yang monoton. Pesan kelima, kerja yang berorientasi pada hasil nyata. Tidak sekadar mengirim pesan, tapi making delivered. Keenam, selalu turun mengecek di lapangan dan temukan solusinya. Dan yang terakhir, ketujuh, adalah semuanya harus serius dalam bekerja. Selamat bekerja.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada