logo alinea.id logo alinea.id

Pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung segera tuntas

Pemerintah memastikan pembebasan lahan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung segera tuntas pada Maret 2019.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 07 Feb 2019 01:27 WIB
Pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung segera tuntas

Pemerintah memastikan pembebasan lahan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung segera tuntas pada Maret 2019.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin mengatakan pembebasan lahan hingga saat ini sudah mencapai 85%.

"Sekarang hanya titik-titik tertentu saja yang belum selesai tapi sedang dalam proses, sebetulnya kita sudah melakukan sertifikasi dan Maret 2019 nanti Insha Allah selesai," ujarnya di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, Rabu (6/2). 

Pembangunan proyek kereta cepat ini telah dimulai sejak 2016. Tahap pembangunan konstruksinya terbagi atas 215 area di jalur sepanjang 142,3 kilometer (km). 

Pembangunan proyek ini ditangani oleh Konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang terdiri dari empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya Tbk., PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dengan China Railways. 

Dari sisi pendanaan, mega proyek tersebut mengambil pinjaman dari China Development Bank (CDB). 

Pada Mei lalu, CDB telah mencairkan kredit tahap pertama sebesar US$170 juta dari total komitmen pinjaman yang mencapai US$500 juta. Lalu, pada September konsorsium ini kembali mencairkan kredit tahap kedua sebesar US$274,8 juta. 

Sementara itu untuk infrastruktur jalan tol, Kementerian ATR justru fokus pada pemberian sertifikasi lahan. Arie menuturkan masih ada sekitar 30% tol Trans Jawa yang belum mendapatkan sertifikat. Namun, Arie memastikan seluruh ruas jalan tol Trans Jawa yang telah diresmikan sudah bersertifikat. 

Sponsored

"Hanya parsial (yang belum mendapatkan sertifikat) tinggal sedikit saja, seperti Ngawi-Kertosono. Kalau yang kemarin sudah diresmikan Insha Allah semua sudah bersertifikat atas nama Kementerian Keuangan," terangnya. 

Sertifikat jalan tol ini, lanjutnya, diberikan oleh Kementerian ATR sepanjang pengadaan tanah sudah diselesaikan. Selain itu, syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat tanah bagi jalan tol adalah penyelesaian proses penggantian dana talangan. 

"Jadi sertifikat tanah tidak menunggu infrastruktur jalannya selesai," tutupnya.

Sejauh ini, ruas tol Trans Jawa yang telah resmi beroperasi untuk masyarakat umum meliputi tujuh ruas tol di antaranya Batang-Semarang sepanjang 75 Km, Semarang-Solo Segmen Salatiga-Kartasura sepanjang 31 Km, Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Wilangan-Kertosono 37,9 Km, Gempol-Pasuruan Segmen Pasuruan-Grati sepanjang 14 Km dan Pemalang-Batang sepanjang 39,2 Km, Surabaya-Gempol, dan Jombang-Mojokerto. Adapun total panjang dari tujuh ruas tol Trans Jawa tersebut mencapai sekitar 199,55 Km.