sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah diminta pangkas pajak pembelian truk

Peremajaan kerap terganjal mahalnya harga sebuah truk.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Minggu, 07 Apr 2019 20:12 WIB
Pemerintah diminta pangkas pajak pembelian truk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) meminta pemerintah memberikan insentif pajak demi memudahkan peremajaan truk. Wakil Ketua Umum DPP Aptrindo Kyatmaja Lookman mengatakan, pihaknya kerap kesulitan meremajakan truk karena mahalnya harga truk. 

"Jadi, itu yang kita minta insentif dari pemerintah bagaimana caranya kita bisa meremajakan truk. Karena harga truk itu kan harganya naik terus," kata Kyat, sapaan akrab Kyatmaja, dalam acara 'Deklarasi Pengemudi Truk Pelopor Keselamatan' di Kantor PT IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (7/4). 

Menurut Kyat, dibutuhkan dana hingga Rp1 miliar untuk membeli truk keluaran terbaru. Harganya kian mahal karena terdongkrak oleh komponen pajak. "Tiap tahun (harganya) naik 10%. Perpajakan untuk bea masuk (truk) dan sebagainya," imbuh dia. 

Saat ini, Kyat mengatakan, Aptrindo mengelola kurang lebih 25 ribu unit truk. Rata-rata kondisi truk yang dikelolanya sudah berusia di atas 10 tahun. 

"Di atas 50% itu kondisi truk sudah pada tua. Itu yang menyebabkan truk jalannya lambat dan menyebabkan macet. Itu kerugian yang ditimbulkan truk yang juga pada akhirnya berimbas kepada masyarakat pengguna jalan tol," ujarnya. 

Ketua Umum DPP Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menambahkan, mayoritas truk yang digunakan di Indonesia sudah ketinggalan zaman, baik dari segi usia maupun teknologi yang diaplikasikan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dari 7,4 juta truk yang mengaspal di jalanan Indonesia, sebanyak 6,3% di antaranya sudah berusia di atas 10 tahun. Teknologi yang digunakan truk-truk itu pun hanya berstandar euro 2. Padahal, truk-truk di negara lain sudah menerapkan standar euro 4. 

"Truk yang dipakai di Indonesia teknologinya mengutamakan ketahanan mengangkut beban. Kecepatan truk yang dipakai di Indonesia pun kurang optimal. Itu juga berimbas menyebabkan kemacetan saat truk melaju di tol," jelas Gemilang. 

Sponsored

Di lain sisi, Gemilang berharap pemerintah memperhatikan kualitas pengemudi truk. Dia meminta para pengemudi dilatih dan disertifikasi. 
"Ini akan meningkatkan keselamatan di jalan dan kesejahteraan pengemudi," ujarnya. 

Permintaan dari Aptrindo itu direspons positif oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang juga hadir dalam acara tersebut. Ia berjanji bakal mengupayakan peningkatan kompetensi pengemudi dan meningkatkan kualitas truk di Indonesia. 

"Saya setuju sekali untuk meningkatkan (kualitas teknologi truk) yang selama ini 2.0 menjadi 4.0. Tolong Pak Dirjen (Perhubungan Darat Budi Setiadi) melakukan kegiatan yang sistematis, terutama bagi profesi pengemudi," ujar Budi. 


 

Berita Lainnya