sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah targetkan hilirisasi 27 juta ton batu bara hingga 2030

Proyek tersebut telah dilaksanakan oleh pemerintah, baik dengan dukungan APBN maupun lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 12 Apr 2021 17:42 WIB
Pemerintah targetkan hilirisasi 27 juta ton batu bara hingga 2030

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), untuk menekan ketergantungan Indonesia pada impor gas.

Untuk menyukseskan program tersebut, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, pemerintah menargetkan dapat melakukan hilirisasi batu bara sebesar 27 juta ton, atau setara dengan 6 juta ton DME pada 2030.

"Target daripada hilirisasi batu bara pada 2030 diharapkan bisa mencapai sejumlah 27 juta ton atau setara dengan 6 juta ton DME," katanya dalam webinar Sambung Rasa Pemangku Kepentingan Sektor Energi, Senin (12/4).

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi dan pembangunan jaringan gas kota. Di mana setiap tahunnya ditargetkan dapat membangun 1 juta sambungan rumah tangga.

Proyek tersebut telah dilaksanakan oleh pemerintah, baik dengan dukungan APBN maupun lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan kompor listrik. Di mana diharapkan bisa mencapai 2 juta pelanggan per tahun untuk mengurangi konsumsi gas atau LPG yang selama ini kebutuhannya dipasok dari impor.

Oleh sebab itu, pemerintah gencar mendorong dunia usaha dan BUMN di sektor energi untuk dapat mempercepat proses gasifikasi batu bara lewat pengambangan DME.

"Pengembangan DME untuk menggantikan sebagian LPG. Dengan program ini diharapkan 2027 kita tidak lagi impor LPG," ucapnya.

Sponsored

Tak tanggung-tanggung, pemerintah pun menargetkan pada 2040, dengan terus mendorong hilirisasi batu bara dan menekan impor, pemerintah akan dapat menghemat devisa negara hingga US$4 miliar tiap tahunnya.

"Sehingga dapat menghemat devisa sebesar hampir US$4 miliar per tahun untuk periode 2021-2040," tuturnya.

Berita Lainnya