sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengamat: Susah genjot konsumsi masyarakat selama ada pandemi

Inflasi inti pada November 2020 sebesar 1,67% (yoy) menjadi yang terendah sejak pertama kali dirilis BPS pada 2004.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 02 Des 2020 09:46 WIB
Pengamat: Susah genjot konsumsi masyarakat selama ada pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi inti November 2020 sebesar 1,67% secara tahunan atau year on year (yoy). Ini terendah sejak 2004 silam, kala komponen inflasi inti dimasukkan dalam penghitungan inflasi.

"Kita merilis inflasi inti pertama kali 2004. Jadi, rilis pertama itu masih lebih tinggi dari inflasi inti bulan ini yang sebesar 1,67%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, dalam keterangan pers, Selasa (1/12).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, mengatakan, turunnya tingkat inflasi inti hingga ke level terendahnya disebabkan sisi permintaan yang merosot drastis akibat pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, permintaan masyarakat yang menurun disebabkan dua faktor, yaitu penurunan daya beli masyarakat kelas bawah dan kecenderungan menahan konsumsi kelas menengah atas.

"Inflasi inti turun ke level terendah disebabkan permintaan yang memang merosot drastis akibat pandemi. Permintaan turun karena penurunan daya beli di kelompok bawah, dan penundaan konsumsi di kelompok menengah atas," katanya kepada Alinea, Selasa (1/12).

Piter mengungkapkan, bantuan sosial yang diberikan pemerintah lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp695,2 triliun tidak akan mampu mendongkrak konsumsi masyarakat ke level normal. Pasalnya, sejumlah stimulus yang diberikan hanya ditujukan untuk kelompok menengah ke bawah dan tidak bisa mengembalikan konsumsi kelas menengah atas.

"Bansos memang bukan untuk meningkatkan konsumsi hingga kembali normal. Bansos hanya ditujukan untuk kelompok bawah. Tidak bisa mendorong kembali konsumsi kelompok menengah atas," ucapnya.

Dalam situasi demikian, lanjutnya, tak ada cara lain yang dapat dilakukan pemerintah selain menanggulangi permasalahan kesehatan yang dipicu Covid-19. Hanya penyelesaian krisis kesehatan yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar dan menghilangkan kekhawatiran masyarakat untuk mendorong peningkatan konsumsi kelas menengah atas.

Sponsored

"Bansos ditingkatkan bagaimanapun tidak akan bisa mengembalikan konsumsi ke level normal selama masih ada pandemi. Yang harus dilakukan adalah menanggulangi pandeminya," tegas Piter.

Berita Lainnya

Perpres 7/2021 perkuat penanganan terorisme

Kamis, 25 Feb 2021 19:58 WIB

Netflix tayangkan film Geez & Ann

Kamis, 25 Feb 2021 19:48 WIB