sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penumpang kapal feri mulai meningkat

Pelni mengalami peningkatan 100% lebih dibandingkan hari biasa, yang hanya sekitar 500 penumpang.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 06 Jun 2018 09:55 WIB
Penumpang kapal feri mulai meningkat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Penumpang atau pemudik kapal feri di Pelabuhan Feri Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada H-9 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah membludak dan bahkan ratusan calon penumpang tujuan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura tidak bisa terangkut.

"Membludaknya penumpang kapal feri tujuan Pulau Raas ini karena banyak masyarakat yang beranggapan ada dua jadwal keberangkatan atau dua trip kapal feri, sehingga banyak pemudik yang tidak terangkut," kata Petugas UPT Pelabuhan Feri Jangkar, Kabupaten Situbondo, Tri Wahyono seperti dilansir Antara, di Situbondo, Rabu pagi.

Jumlah calon penumpang kapal feri rute Situbondo-Raas pada hari ini lebih dari 600 orang, sedangkan yang dapat terangkut hanya sekitar 300 penumpang. Mereka terpaksa harus menginap di Pelabuhan Feri Jangkar untuk menunggu jadwal keberangkatan kapal feri pada Kamis (7/6) pagi.

"Kalau pemudik atau penumpang kapal feri ini mayoritas dari Pulau Bali dan hendak merayakan Lebaran di kampung halamannya," katanya.

Sementara Suhaeni, salah seorang calon penumpang yang tidak terangkut dan tidak kebagian tiket kapal, mengaku kecewa karena tidak terangkut kapal feri. "Ya terpaksa menginap di pelabuhan, menunggu besok. Padahal saya sudah sejak kemarin sampai di Pelabuhan Jangkar," ujarnya.

Dalam pantauan, ratusan penumpang kapal yang tidak terangkut masih tampak terlihat memadati pintu gerbang masuk ke pelabuhan.

Sementara PT Pelni (Persero) mencatat memasuki H-11 Lebaran, penumpang kapal Pelni di seluruh pelabuhan meningkat cukup drastis. Dari Tanjung Priok, kapal Jakarta Kapal Motor (KM) Ciremai tujuan Surabaya-Makassar-Baubau-Ambon-Sorong-Biak-Manokwari-Jayapura dipenuhi pemudik dari Jakarta. Kapal 3in1 yang dapat mengangkut 2.000 orang tersebut membawa 1.294 pemudik tujuan berbagai kota di Indonesia Timur.

"Kami mengalami peningkatan 100% lebih dibanding hari biasa, yang hanya sekitar 500 penumpang," ujar Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Ridwan Mandaliko pada acara buka bersama dengan media di Hotel Kosenda, Jakarta, Selasa (5/6).

Sponsored

Adapun KM Kelud, yang baru tiba di Tanjung Priok, Senin (4/6) menurunkan sekitar 2.258 pelanggan Pelni dari Batam, Tanjung Balai Karimun dan Belawan. “Sedangkan KM Kelud akan berangkat nanti pukul 01.00 dini hari, Rabu (6/6), penumpangnya cukup signifikan sebanyak 1.280 penumpang," katanya.

Manager PR dan CSR PT Pelni (Persero), Akhmad Sujadi dalam kesempatan yang sama, memprediksi untuk mudik tahun ini ada kenaikan penumpang Pelni sebesar 2%. “Diprediksi naik 2% dari 580.604 penumpang tahun 2017, menjadi 582.216 di 2018,” ungkap Akhmad.

Ada beberapa hal yang mendongkrak jumlah penumpang Pelni tahun ini. Yakni, Pelni mulai dikenal oleh masyarakat menjadi salah satu pilihan transportasi untuk mudik. Selain itu, harga tiket pesawat udara yang melonjak membuat masyarakat beralih ke moda angkutan laut. 

“Kami juga mendapat berkah karena tahun ini ada mudik bareng BUMN. Ada 23 BUMN yang ikut progam ini sehingga turut mendongkrak jumlah penumpang,” ujar Akhmad. Ia juga memastikan harga tiket kapal Pelni tidak akan naik meski permintaan tinggi, karena harga tersebut sudah menggunakan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO).

Program Mudik Bareng BUMN 2018, yang digelar 23 BUMN dengan kapal Pelni telah melaksanakan pelepasan mudik gratis bagi peserta Mudik Bareng BUMN 2018. Dari Tanjung Priok, PT Brantas Abipraya melepas 250 pemudik ke Surabaya dengan KM. Ciremai pada Senin (4/6) lalu.  

"Di hari yang sama, kami juga melakukan acara pelepasan Mudik Bareng BUMN bersama PT Brantas Abipraya. Mudik dengan kapal laut dapat dilakukan di seluruh pulau besar di Indonesia, bahkan di pulau-pulau terluar BUMN Hadir Untuk Negeri melayani mudik gratis,” ungkap Ridwan.

Selain dari Tanjung Priok, Mudik Bareng juga diberangkatkan dari Makasar. PT Jiwasraya dan PT Semen Indonesia memberangkatkan peserta Mudik Bareng BUMN dengan KM Dobonsolo Makassar-Surabaya. PT Jiwasraya memberangkatkan 200 pemudik, sementara PT Semen Indonesia memberangkatkan 250 pemudik. “Mereka yang membelikan tiket kapal Pelni untuk mudik ke Surabaya, pemudik berangkat Selasa (5/6),” tutur Ridwan.

Untuk KM Dobonsolo, pada Selasa (5/6) pagi telah berangkat dan menurunkan 675 pelanggan saat tiba di Makasar. Dari Bitung KM Labobar tujuan Tarakan, Pantoloan, Balikpapan, Surabaya menurunkan 887 pelanggan di Bitung, sedangkan penumpang  yang naik 380 pelanggan, penumang lanjutan 1985, secara total KM. Labobar mengangkut 2.365 pelanggan Pelni dari Bitung, Sulawesi Utara.

Dari Ternate, Mauluku Utara, PT Pelni memberangkatkan 150 peserta Mudik Bareng BUMN 2018 dengan KM Sanus 40 tujuan Soasio, Pigaraja, Tikong, Lede, Bobong. “Kota-kota di pulau-pulau yang kurang dikenal masyarakat Indonesia Barat, kami ajak mudik bareng BUMN, hal ini untuk membantu warga tidak hanya di daerah yang sudah maju, namun di daerah-daerah terpencil  juga ikut merasakan mudik gratis,” tambah Ridwan.
  
Terakhir dari Surabaya, Pelni memberangkatkan 250 peserta Mudik Bareng BUMN 2018 tujuan Masalembo, Jawa Timur. Kepulauan Masalembo hanya dapat dijangkau dengan kapal Pelni, kami mengapresiasi pelanggan dari Masalembo. “Dengan mudik bareng di berbagai daerah yang didukung Kementerian BUMN, mudik dengan kapal laut sangat terasa bagi warga di pelosok Nusantara,” tutup Ridwan.
 

Berita Lainnya