sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cara Kemenperin perbaiki industri yang terhantam Covid-19

Tidak hanya pada sektor industri skala besar, Kemenperin juga menyiapkan solusi untuk IKM.

Annisa Saumi Nanda Aria Putra
Annisa Saumi | Nanda Aria Putra Selasa, 05 Mei 2020 17:35 WIB
Cara Kemenperin perbaiki industri yang terhantam Covid-19

Pandemi Covid-19 telah menghentikan sejumlah sektor industri. Pabrik menyetop operasionalnya dan karyawan terpaksa dirumahkan.  

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memaparkan persoalan yang dihadapi sejumlah industri saat ini seperti: penundaan kontrak dan pembatalan pesanan, penurunan produksi, penurunan, penjualan serta permintaan yang susut. 

"Selain itu, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) karena adanya pengurangan pegawai akibat penurunan kapasitas produksi," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Muhammad Khayam saat rapat gabungan bersama Komisi VI, VII, dan IX DPR RI, Selasa (5/5).

Persoalan lain, pelaku industri juga mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku penolong akibat naiknya harga dan terbatasnya akses ke negara impor.

Atas permasalahan tersebut, Kemenperin memiliki solusi untuk memperbaiki kinerja sejumlah industri. 

Pada sektor industri agro, pertama Kemenperin akan berkoordinasi untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk industri agro akibat dampak Covid-19.

Kedua, melakukan fasilitasi dan koordinasi penyerapan produk industri agro dalam negeri. Ketiga, fasilitasi dan penyederhanaan ekspor industri argo.

Pada sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil ada tiga rencana yang akan dilakukan Kemenperin. 

Sponsored

Pertama, Kemenperin akan mengindentifikasi kemampuan produksi bahan dasar pembuatan alat perlindungan diri atau APD, masker, dan sarung tangan. 

Kedua, Kemenperin akan melakukan pengadaan mesin atau peralatan peningkatan produksi bahan baku jamu atau herbal terstandar.

Ketiga, verifikasi produsen bahan baku APD dan masker dan verifikasi suplai chain dan bisnis matching dengan produsen. 

Selanjutnya sektor industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, Kemenperin akan melakukan pengembangan aplikasi pengelolaan darurat bencana, lalu memfasilitasi penanganan industri permesinan yang terdampak Covid-19 dan pengembangan industri ventilator nasional, serta pendampingan industri yang terdampak penyebaran Covid-19 dalam mendapatkan bahan baku industri.

Tidak ketinggalan pada sektor industri kecil, menengah dan aneka, Kemenperin akan mengembangkan wirausaha industri kecil menengah (IKM) dengan target menciptakan 4.365 wirausaha, mengembangkan sentra IKM terdampak Covid-19 dengan memfasilitasi 22 sentra IKM untuk bahan baku dan bahan penolong.

Kemenperin akan melakukan restrukturisasi mesin IKM yang terdampak Covid-19 dengan target untuk 41 IKM dan pengembangan produk IKM yang terdampak Covid-19 dengan target 50 produk IKM.

Sektor yang selamat 

Meski sektor manufaktor terpuruk saat pandemi Covid-19, namun ada juga sektor yang bersinar. Ini berkaca dari data Badan Pusat Statistik (BPS) kalau pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama ditopang oleh tiga sektor usaha yang mengalami pertumbuhan positif.

Tiga sektor tersebut adalah sektor jasa keuangan, asuransi, informasi, komunikasi, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. 

Ketiga sektor tersebut berpeluang menjadi tulang punggung ekonomi nasional karena operasional terus berjalan, sekalipun terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selain itu, sektor asuransi dan komunikasi dibutuhkan dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Di sisi lain, sebanyak 14 lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang melambat akibat terpukul oleh pandemi Covid-19 karena pergerakan orang dan barang berhenti. Misalnya pada sektor perdagangan, sektor konstruksi, sektor transportasi dan pergudangan. 

Berita Lainnya