sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sandiaga Uno: Desa wisata jadi andalan pariwisata ke depan

Desa wisata lebih berbasis alam terbuka dan juga bisa untuk wisata berbasis edukasi.

Silvia Nita Nur Aryanti
Silvia Nita Nur Aryanti Selasa, 23 Mar 2021 17:55 WIB
Sandiaga Uno: Desa wisata jadi andalan pariwisata ke depan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Dapat dikatakan demikian, sebab terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara hampir 75%, di sepanjang Januari sampai November 2020. 

“Kita harus optimistis untuk bangkit, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi sumber mata pencaharian bagi 34 juta rakyat Indonesia bisa bertahan,” kata Sandi dalam webinar, Selasa (23/3).

Untuk itu, dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata, Kemenparekraf menjalankan berbagai program yang berbasis Community Based Program. Program berbasis komunitas ini salah satunya melalui program Pembiayaan Homestay.

“Karena wisatawan mancanegara turun 73,6% pada Januari-November 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi wisnus hanya turun kira-kira 30% pada periode yang sama. Berarti masih terbuka peluang untuk homestay,” kata Sandi.

Di sisi lain, Sandi melihat banyak potensi yang dimiilki oleh desa wisata Indonesia. Apalagi daya tarik pariwisata, sekarang adanya di desa pariwisata, karena lebih berbasis alam terbuka dan juga bisa untuk wisata berbasis edukasi.

“Kamenparekraf sedang melakukan pendampingan di 244 desa wisata. Jadi pada 2024 nanti, ada 244 desa wisata dalam bentuk pengembangan SDM, IPTEK, pengembangan produk, dan promosi digital. Adapun outputnya berupa sertifikasi desa wisata berkelanjutan,” jelas Sandi

Terkait itu, homestay dinilai sebuah terobosan besar yang akan menjadi andalan bagi negara Indonesia. Apalagi kini homestay mengalami perubahan yang sangat positif. Mulai dari kualitas pelayanan, bangunan, lokasi, dan fasilitas. Hal itu seiring dengan konsep pariwisata yang bergeser dengan mengadalkan quality dan sustainable tourism.

Dia menyebutkan, setidaknya ada lima kebutuhan khusus homestay yang harus dipersiapkan, yaitu handuk harus berwarna putih, harus tersedia Wifi, kamar mandi yang bersih, opsi mendapatkan saluran televisi, serta menghadirkan alternatif produk ekonomi kreatif untuk makan malam maupun makan pagi.

Sponsored

Homestay berpeluang besar berkembang karena konsep pariwisata ini menjadikan wisatawan lebih banyak menikmati khas dari daerah tersebut. Selain itu, pertimbangan investasi yang relatif kecil dan waktu yang singkat. Itulah sebabnya pemerintah mengupayakan memberikan bantuan kepada pelaku usaha homestay.

“Untuk usaha homestay, bantuan akan diberikan dalam bentuk penambahan modal kerja untuk meningkatkan kapasitas yang belum memadai. Juga kapasitas para pelaku,” tambahnya 

Bantuan dapat digunakan dalam membeli perlengkapan atau peralatan homestay. Selain itu, Kemenparekraf berkolaborasi dengan pihak swasta dalam skema Public Private Partnership (PPPP), salah satunya juga bersama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk membuka akses pembiayaan khusus homestay dengan kriteria dan persyaratan yang cukup ringan.

Berita Lainnya