sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sarinah rugi Rp1,5 miliar imbas aksi 22 Mei

Sarinah ditutup selama tiga hari yaitu dari tanggal 22 hingga 25 Mei.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 29 Mei 2019 18:05 WIB
Sarinah rugi Rp1,5 miliar imbas aksi 22 Mei
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Unjuk rasa terhadap hasil pemilihan presiden di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 22 Mei memaksa pusat perbelanjaan di sekitar lokasi demo ditutup. Salah satunya Sarinah, yang posisinya berada tepat di seberang Bawaslu.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengungkapkan, Sarinah ditutup selama tiga hari, yaitu dari 22 hingga 25 Mei. Akibat penutupan itu perusahaan merugi hingga Rp1,5 miliar.

“Kalau dari penjualan, ada peluang pendapatan yang hilang rata-rata Rp500 juta per hari,” kata Sugiarta di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

Meski demikian, Sugiarya mengatakan, kerusakan yang dialami gedung usaha ritel tersebut tidak terlalu signifikan. Saat ini kerusakan itu dalam proses perbaikan.

"Nilai kerusakannya masih dihitung, tapi kecil, cuma di halaman sama pagar. Jadi tidak banyak yang kita perbaiki dan kebetulan kita pakai asuransi," kata Sugiarya.

Perbaikan kerusakan ditargetkan rampung setelah libur lebaran usai. Meski demikian, ia menjamin operasional pusat perbelanjaan pertama di Indonesia itu sudah berjalan lancar sejak Sabtu (25/5) lalu.

"Kita sudah buka fully operational sejak Sabtu. Semua berjalan normal dan tidak ada masalah," ucapnya.

Di sisi lain, Sugiarya mengaku terjadi penurunan pengunjung ke Sarinah sejak Aksi 22 Mei terjadi. Akan tetapi, dari segi pendapatan, sejak dibuka kembali PT Sarinah mengalami lonjakan pendapatan yang sangat signifikan.

Sponsored

"Jumlah pengunjung mungkin turun 20% ya, tapi secara pendapatan ada peningkatan. Omzet toko kami pada hari pertama buka atau Sabtu itu tembus Rp550 juta, dan hari kedua, yaitu Minggu, malah tembus hampir Rp700 juta," ujarnya.

Ia optimistis jumlah pengunjung akan kembali naik mendekati hari-H lebaran. "Karena sudah mendekati hari raya, pasti masyarakat butuh kebutuhan pendukung hari raya. Insyaallah meningkat lagi," katanya.
 

Berita Lainnya