sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani beber tantangan terberat kampanyekan bangga berwisata

Pemerintah mulai mengkampanyekan bangga berwisata di Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 09 Apr 2021 21:13 WIB
Sri Mulyani beber tantangan terberat kampanyekan bangga berwisata

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah mulai mengkampanyekan bangga berwisata di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Hanya saja, tantangan terberat dari kampanye tersebut, lanjutnya, adalah bagaimana memastikan bahwa peningkatan mobilitas orang tidak berdampak kepada pertumbuhan kasus positif Covid-19.

Oleh karena itu, dia bilang bahwa desain program ini harus dibuat lebih hati-hati dan teliti agar kampanye yang tujuannya baik tersebut tidak berdampak sebaliknya bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Dalam hal ini desainnya harus sangat-sangat hati-hati dan teliti karena kita ingin mendorong aktivitas masyarakat, tapi kita tidak ingin Covid-19-nya terus meningkat. Ini selalu dicari titik tengahnya," katanya dalam webinar, Jumat (9/4).

Bendahara negara itu pun menuturkan, untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata pemerintah telah menggelontorkan dana hibah di tahun lalu, dan daerah yang paling banyak mendapat hibah tersebut adalah provinsi Bali.

Provinsi Bali, ucapnya, di tahun lalu telah mendapatkan dana hibah dari pemerintah senilai Rp3,3 triliun untuk 101 daerah, di mana untuk Bali sendiri dialokasikan sebesar Rp1,18 triliun.

"Kita lihat di sini untuk hibah pariwisata 2020 se-Provinsi Bali alokasinya Rp3,3 triliun untuk 101 daerah. Untuk Bali sendiri Rp1,18 triliun untuk 9 kabupaten dan kota," ujarnya.

Dana hibah pariwisata ini diberikan kepada Bali setelah mendengar masukan dari pelaku usaha hotel, restoran, dan akomodasi. Lebih-lebih Bali secara ekonomi sepenuhnya bergantung kepada sektor pariwisata.

Sponsored

"Saya tahu banyak kabupaten kota masih menghendaki karena memang Bali adalah salah satu provinsi yang paling dalam pengaruhnya akibat pandemi ini," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan sektor pariwisata sebelum pandemi menyumbang 54% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bali dan berkontribusi sebesar 29% terhadap devisa nasional.

Di waktu normal, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6,3 juta orang dan wisatawan domestik sebesar 10,5 juta orang, jadi total kunjungan wisatawan di Bali mencapai 17 juta orang per tahunnya.

Koster pun mengungkapkan, ketika pariwisata normal di 2019 PDB bali 5,6%, di atas nasional. Sekarang, kontribusi wisata 54% mandek. Sebelum pandemi Bali berjaya, begitu ada gangguan pariwisata langsung anjlok. 

"Terjadilah kontraksi PDB bali rata-rata dalam satu tahun 2020 sebesar 9,3% dan kuartal II-2020 12%. Paling buruk dalam sejarah, terbesar dampaknya bagi Bali dan para pelaku usaha pariwisata dan pendukungnya," ujarnya.

Berita Lainnya