sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres menggarisbawahi 3 hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan H20

Wapres mendorong BPJPH dan para perwakilan lembaga halal luar negeri untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman jaminan produk halal.

Gempita Surya
Gempita Surya Jumat, 18 Nov 2022 08:59 WIB
Wapres menggarisbawahi 3 hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan H20

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan pentingnya kerja sama internasional terkait jaminan produk halal. Menurutnya, saling pengakuan dan keberterimaan jaminan produk halal menjadi suatu kebutuhan. Hal ini disampaikan Ma'ruf saat membuka Forum Halal 20 (H20), di Hotel Padma, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/11). Kegiatan ini merupakan forum halal global yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag).

Ma'ruf menilai, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian G20 di bawah presidensi Indonesia ini, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan dan memperkuat kerja sama pasar halal global.

“Halal 20, sebagai bagian dari rangkaian Presidensi Indonesia dalam G20, harus mampu membuahkan capaian-capaian konkret,” kata Ma'ruf dalam keterangannya, dikutip Jumat (18/11).

Untuk mewujudkan hasil konkret, Ma'ruf menggarisbawahi tiga hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan H20. Pertama, Halal 20 harus dioptimalkan guna mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia. 

“Saya mendorong BPJPH dan para perwakilan lembaga halal luar negeri untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terkini dalam penyelenggaraan jaminan produk halal,” ujarnya.

Kedua, Ma'ruf menekankan kerja sama saling pengakuan dan saling keberterimaan sertifikat halal perlu ditindaklanjuti serta ditambah cakupannya.

Menurutnya, ruang perdagangan produk halal semakin terbuka dengan maraknya pemanfaatan teknologi digital. Hal ini juga menciptakan potensi penguatan kerja sama pasar halal global.

Oleh karenanya, Ma'ruf mengapresiasi kerja sama BPJPH dengan pemerintah lembaga sertifikasi halal seperti SFDA Saudi, HAK Turkiye, JAKIM Malaysia, INSO Iran, MUIS Singapura, MUIB Brunei, dan EMSA UEA.

Sponsored

“Ini adalah langkah awal yang sangat baik menuju jaminan produk halal secara holistik dan berkelanjutan. Saya harap kerja sama serupa semakin terjalin di banyak negara,” tutur Ma'ruf.

Terakhir, poin ketiga yakni memperluas kerja sama pengembangan jaminan produk halal antarnegara. Ma'ruf menilai, jaminan produk halal tidak hanya soal sertifikasi, tetapi juga soal teknologi, sumber daya manusia atau SDM, dan sarana prasarana. 

“Untuk memastikan terwujudnya produk halal unggul, inovatif, dan berdaya saing, kerja sama pengembangan teknologi harus diperkuat, baik antarlembaga, maupun antarnegara,” pesan Ma'ruf.

Ma'ruf menambahkan, forum ini diharapkan juga menjadi momentum untuk mewujudkan kemitraan halal global demi masa depan yang berkelanjutan.

Berita Lainnya
×
tekid