sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Antisipasi penularan PMK pada ternak, DKPP Klaten gelar sosialisasi dan pengecekan

Kepala DKPP Klaten, Widiyanti menyebut, pihaknya telah membentuk tim reaksi cepat untuk mengoptimalkan pencegahan penyebaran wabah PMK.

Dessy Nuraulia Budiyanto
Dessy Nuraulia Budiyanto Rabu, 11 Mei 2022 15:23 WIB
Antisipasi penularan PMK pada ternak, DKPP Klaten gelar sosialisasi dan pengecekan

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang bisa menyerang hewan ternak di daerahnya. Sebelumnya, penyakit ini telah merebak di Jawa Timur dan Boyolali, Jawa Tengah.

Kepala DKPP Klaten, Widiyanti menyebut, pihaknya telah membentuk tim reaksi cepat untuk mengoptimalkan pencegahan penyebaran wabah tersebut di Klaten. Di samping itu, sosialisasi kepada warga dan pengawasan pun tengah digencarkan.

“Kita sudah membentuk tim reaksi cepat, kemudian kita buat surat edaran ke seluruh masyarakat, agar masyarakat lebih waspada terkait hal tersebut, dan meningkatkan pengawasan di sentra ternak dan di pasar-pasar hewan,” ujar Widiyanti dalam keterangannya, Selasa (10/5).

Sejauh ini, Widiyanti mengklaim, pihaknya telah menggelar sosialisasi di pasar hewan Jatinom dan Prambanan. Dalam sosialisasi ini, Widiyanti mengimbau agar warga langsung melapor apabila ditemukan gejala klinis pada hewan ternak mereka.

“Hari ini baru di pasar hewan Jatinom, kemudian ke Prambanan, dan akan keliling ke pasar ternak yang ada di Kabupaten Klaten. Dalam rangka sosialisasi, apabila didapati gejala klinis segera dilaporkan. Istilahnya kita mendapatkan informasi tercepat sehingga kita bisa melakukan antisipasi dengan baik,” jelasnya.

Di samping itu, Tim Bidang Peternakan DKPP bersama Asisten 2 Sekda juga mengadakan pemeriksaan acak terhadap hewan ternak bersamaan dengan kegiatan sosialisasi tersebut. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa PMK belum menjangkiti hewan ternak di Klaten.

"Hasil pemeriksaan di dua pasar hewan Jatinom dan Prambanan, total hampir 500 ekor sapi yang diperiksa. Namun, kami tidak menemukan ada sapi yang mengalami gejala penyakit mulut dan kuku. Semuanya dalam kondisi sehat," pungkasnya.

Sebagai informasi, PMK biasanya menjangkiti hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan ruminansia lainnya. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini dapat mengakibatkan hewan kehilangan berat badan, cacat, hingga mati. Gejala yang biasanya terlihat di antaranya ialah, luka pada lidah dan gigi, air liur keluar banyak, ternak tidak mau makan, hingga kesulitan berdiri dan ditandai suhu tubuh mulai dari 39 hingga 41 derajat Celcius.

Sponsored
Berita Lainnya