sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BKPSDM Beri Sanki ASN Klaten berupa pemberhentian kerja sementara tanpa gaji

BKPSDM Kabupaten Klaten memberikan sanksi berupa menghentikan pembayaran gaji oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menggunakan narkoba.

Dessy Nuraulia Budiyanto
Dessy Nuraulia Budiyanto Kamis, 02 Jun 2022 16:20 WIB
BKPSDM Beri Sanki ASN Klaten berupa pemberhentian kerja sementara tanpa gaji

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Klaten memberikan sanksi berupa menghentikan pembayaran gaji oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menggunakan narkoba. Selain itu, oknum ASN tersebut juga dijatuhi sanksi berupa pemberhentian sementara dari aktivitas pemerintahan di lingkungan kantor.


“Ketika (putusan) inkrah dari pengadilan, gajinya diberhentikan selama menjalani masa hukuman. Dari pemkab,  semenjak (oknum ASN) ditahan, BKPSDM menindaklanjuti dengan pemberhentian sementara,” jelas Kepala BKPSDM Klaten, Slamet kepada Alinea.id, Kamis (2/6). 


Sebagai informasi, berdasarkan Undang-undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pada Pasal 87 diatur alasan yang bisa mendasari seorang ASN bisa diberhentikan. 


Pasal tersebut menyebut, ASN dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.

Sponsored


Slamet mengatakan pihaknya memantau tindak lanjut dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat oknum ASN bekerja. Usai menjalani masa hukuman, oknum tersebut wajib melapor kepada kepala OPD-nya untuk diberi tindakan. 
“Selesainya menjalani pidananya, oknum tersebut wajib melapor ke kepala OPD-nya. BKPSDM menunggu langkah kepala OPD terkait dalam tindaklanjut oknum ASN ini,” ujarnya. 


Terkait upaya tracing pengguna narkoba di lingkungan Pemkab Klaten, Slamet mengaku belum ada kerja sama dengan pihak Badan Narkotika Nasioonal (BNN). Namun, pihaknya terus mengimbau kepada para ASN di lingkungan Pemkab Klaten agar tidak terjerumus pada narkoba. Menurutnya, penggunaan narkoba merupakan tindakan indisipliner yang sangat berat. 


“Belum ada koordinasi dengan BNN untuk melakukan tes urin kepada suluruh ASN. Sejauh ini, (BKPSDM) terus mengingatkan seluruh ASN untuk tidak terjurumus memakai narkoba karena itu tindakan indisipliner yang sangat berat,” pesannya. 
Sebelumnya, seorang ASN Bakesbangpol Klaten divonis 8 bulan penjara karena kasus penggunaan narkotika jenis sabu-sabu. Menurut keterangan BKPSDM Klaten, ASN tersebut sudah dua kali terjerat kasus narkoba.

Berita Lainnya

, : WIB

Review Huawei Band 7, lebih tipis lebih ringan

Minggu, 14 Agst 2022 15:26 WIB

, : WIB

, : WIB
×
tekid