sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

AS akhiri keringanan sanksi bagi situs nuklir Iran

Sebelumnya AS mengatakan akan memperbarui keringanan sanksi, namun itu berubah setelah Iran melanjutkan pengayaan uranium di Fordow.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 19 Nov 2019 10:43 WIB
AS akhiri keringanan sanksi bagi situs nuklir Iran

Pada Senin (19/11), Amerika Serikat mengatakan mereka akan mengakhiri keringanan sanksi bagi fasilitas pengembangan nuklir di Fordow milik Iran setelah Teheran melanjutkan pengayaan uranium di situs tersebut.

"Seharusnya, negara pendukung terbesar teror di dunia tidak melakukan pengayaan uranium ... Tidak ada alasan yang sah bagi Iran untuk melanjutkan pengayaan di situs yang sebelumnya klandestin itu," tutur Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kepada wartawan.

Iran dalam bulan ini mengumumkan mereka memperkaya uranium di fasilitas Fordow, situs yang sebelumnya disembunyikan oleh Iran dari inspektur nonproliferasi PBB hingga akhirnya keberadaannya diketahui pada 2009. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi pernyataan Iran.

Sementara negara-negara Eropa mencoba untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 yang kerap disebut JCPOA, Iran semakin menjauhkan diri dari perjanjian itu sejak Amerika Serikat hengkang pada 2018.

Pakta tersebut mengharuskan Iran untuk menahan program pengayaannya dengan imbalan pencabutan sebagian besar sanksi internasional, serta mengharuskan fasilitas Fordow diubah menjadi pusat penelitian nuklir, fisika dan teknologi.

Terlepas dari penarikannya dari JCPOA, pemerintahan Presiden Donald Trump telah memberikan keringanan sanksi yang memungkinkan perusahaan-perusahaan asing untuk melakukan pekerjaan nonproliferasi di Iran. Salah satunya kerja sama Iran dengan perusahaan asal Rusia, Rosatom, di Fordow.

Menlu Pompeo mengatakan, keringanan sanksi itu akan berakhir pada 15 Desember. Kementerian Luar Negeri AS pada Oktober menyatakan akan memperbarui keringanan sanksi selama 90 hari ke depan.

Senator dari Partai Republik, Ted Cruz, Lindsey Graham dan Liz Cheney memuji keputusan itu dan menyerukan agar pemerintahan Trump juga mengambil langkah serupa dan mengakhiri keringanan sanksi bagi reaktor air berat di Arak, Iran, di mana perusahaan milik Beijing, China National Nuclear Corp, telah beroperasi.

Sponsored

"Tidak ada pembenaran untuk memperpanjang keringanan sanksi tersebut sehubungan dengan konfirmasi baru-baru ini bahwa Iran melanggar ketentuan terkait reaktor air berat, apalagi untuk membiarkan Iran terus membangun programnya, baik di Fordow maupun di Arak," kata para senator itu dalam sebuah pernyataan.

Direktur Asosiasi Pengendalian Senjata Kelsey Davenport mengatakan bahwa keputusan AS dapat semakin membahayakan JCPOA.

"Langkah ini semakin berisiko meruntuhkan JCPOA karena menghilangkan manfaat nyata bagi Iran yang ditentukan oleh perjanjian tersebut," kata Davenport.

Pompeo juga menyerukan Iran untuk mengakhiri kekerasan terhadap pengunjuk rasa yang menentang kenaikan harga BBM dan telah berdemo sejak Jumat (15/11). Pada Senin, Pengawal Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan akan mengambil tindakan jika aksi protes tidak juga surut.

"Kami mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh rezim itu terhadap rakyat Iran dan sangat prihatin dengan laporan adanya sejumlah kematian," kata Pompeo.

Sumber : Reuters