sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bantu perangi Covid-19 di ASEAN, AS beri US$18,3 juta

Dari jumlah itu, Indonesia akan mendapat US$2,3 juta.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 02 Apr 2020 15:37 WIB
Bantu perangi Covid-19 di ASEAN, AS beri US$18,3 juta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Amerika Serikat mengucurkan dana bantuan kesehatan darurat dan kemanusiaan senilai US$18,3 juta untuk mendorong upaya ASEAN memerangi Covid-19.

Dalam pernyataan di situs resminya pada Selasa (31/3), Misi AS untuk ASEAN menyatakan, dana tersebut ditujukan untuk mempersiapkan laboratorium untuk pengujian Covid-19 skala besar, pencegahan dan pengendalian infeksi, penerapan rencana darurat kesehatan di titik masuk perbatasan, hingga membantu penyelidikan dan penelusuran jejak infeksi.

"Bantuan dari AS juga akan digunakan untuk membarui materi pelatihan bagi para petugas kesehatan," jelas pernyataan Misi AS untuk ASEAN.

Dana tersebut merupakan tambahan dari hampir US$3,5 miliar dana bantuan kesehatan yang telah diberikan Washington pada negara anggota ASEAN selama 20 tahun terakhir.

Menurut daftar AS, total dana US$18,3 juta tersebut dibagi untuk Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Singapura tidak disebut dalam daftar itu.

Sekitar US$2 juta akan diberikan kepada Kamboja untuk menyiapkan layanan laboratorium serta membantu meningkatkan respons dan kesiapsiagaan para pakar kesehatan.

Sementara itu, US$2,3 juta diperuntukkan membantu pemerintah Indonesia menyiapkan sistem laboratorium serta membantu efektivitas penelusuran jejak infeksi.

Laos akan mendapat hampir US$2 juta untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menangani pandemik coronavirus jenis baru. Enam spesialis dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) akan bertolak ke negara itu untuk memberikan pelatihan terkait epidemiologi dan analisis laboratorium.

Sponsored

Selain itu, Kementerian Luar Negeri AS tengah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan lokal yang dapat memasok ventilator dan alat pelindung diri (APD) untuk pemerintah Malaysia dan Brunei Darussalam.

Lebih lanjut, Myanmar mendapat sekitar US$3,8 juta untuk mengamankan pasokan air bersih dan sanitasi, manajemen kasus Covid-19, serta koordinasi respons pencegahan penularan virus.

Hampir US$4 juta dana bantuan kesehatan akan diberikan kepada Filipina untuk menyiapkan sistem laboratorium, mendukung respons pakar kesehatan, menunjang komunikasi, dan membantu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi.

"Pemerintah AS telah menyediakan APD, pelatihan bagi petugas medis, dan peralatan laboratorium untuk Filipina," jelas pernyataan Misi AS untuk ASEAN.

Thailand akan mendapat sekitar US$1,2 juta yang ditujukan untuk menunjang sistem kesehatan nasional dalam memerangi coronavirus jenis baru.

"CDC, melalui tim di Kedutaan Besar AS di Bangkok, telah memberikan bantuan laboratorium di Thailand," lanjut pernyataan tersebut.

Hampir US$3 juta akan diberikan kepada pemerintah Vietnam untuk menopang sistem kesehatan mereka di tengah pandemik Covid-19. Misi AS untuk ASEAN mengatakan bahwa CDC telah memberikan pelatihan bagi petugas kesehatan di 15 rumah sakit di Vietnam. 

"Bersama-sama dengan WHO, AS memberikan pelatihan terkait pengawasan, pelaporan, dan pengumpulan sampel Covid-19," jelas AS.

Misi AS untuk ASEAN menyatakan bahwa per 26 Maret, AS telah menyiapkan investasi awal bagi dana bantuan kesehatan darurat secara global bagi negara-negara yang membutuhkan senilai US$247 juta. Itu di luar donasi yang telah diberikan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF.

Berita Lainnya