sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bintang utamanya dukung polisi Hong Kong, film Mulan terancam diboikot

Boikot diserukan setelah Liu mengunggah sebuah pesan dukungan di situs media sosial China, Weibo.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 17 Agst 2019 19:01 WIB
Bintang utamanya dukung polisi Hong Kong, film Mulan terancam diboikot

Film produksi Disney, Mulan, terancam diboikot setelah bintang utamanya Crystal Liu, yang juga dikenal sebagai Liu Yifei, menyuarakan dukungan terhadap langkah polisi di Hong Kong dalam menangani aksi unjuk rasa prodemokrasi di kota itu. 

Boikot diserukan setelah Liu mengunggah sebuah pesan dukungan di situs media sosial China, Weibo. "Saya mendukung polisi Hong Kong. Silakan serang saya," ujar Liu. 

Pernyataan Liu merujuk pada seorang jurnalis media China, Global Times, yang dipukuli oleh pengunjuk rasa prodemokrasi karena mengenakan kaus bertuliskan "I love HK police".

Unggahan tersebut langsung memancing kecaman keras dari pengguna media sosial. Warganet mengkritiknya menggunakan tagar #BoycottMulan. Pasalnya, polisi diduga menggunakan kekerasan berlebihan dalam menangani aksi unjuk rasa yang telah berlangsung sejak Juni.

Para pengguna media sosial mengatakan bahwa dengan menyatakan dukungannya terhadap polisi Hong Kong, Liu mendukung kebrutalan polisi dan merendahkan perjuangan reformasi demokrasi di kota itu. Hingga kini, Disney belum buka suara untuk menanggapi ancaman boykot tersebut. 

Liu bukan satu-satunya selebritas yang dikritik atas sikap mereka terhadap protes di Hong Kong. Aktor yang jago bela diri asal kota itu, Jackie Chan juga dikecam karena dinilai tidak mendukung pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi China, CCTV, beberapa waktu lalu, Jackie Chan mengatakan bahwa demonstrasi yang terjadi di Hong Kong terkesan sangat suram dan menyedihkan.

"Saya telah mengunjungi banyak negara dan saya dapat mengatakan negara kita telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saya merasa bangga menjadi orang Tionghoa ke mana pun saya pergi dan 'Bendera Merah berbintang lima' dihormati di seluruh dunia," kata dia.

Sponsored

Unjuk rasa awalnya dipicu protes atas RUU ekstradisi yang kini telah ditangguhkan pembahasannya. Di bawah RUU tersebut, warga atau orang yang berada di Hong Kong dapat diekstradisi untuk diadili di pengadilan China daratan. 

Meski pemerintah telah menangguhkan pembahasan RUU ekstradisi, para pengunjuk rasa terus menuntut agar RUU tersebut dicabut sepenuhnya. Kini protes meluas menjadi seruan lebih luas untuk reformasi demokrasi. (The Guardian)

Berita Lainnya