sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China berkabung atas ribuan yang meninggal akibat Covid-19

Hari berkabung bertepatan dengan dimulainya festival tahunan Qing Ming.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 04 Apr 2020 18:23 WIB
China berkabung atas ribuan yang meninggal akibat Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

China berduka atas ribuan warga yang meninggal akibat pandemik coronavirus baru (Covid-19), Sabtu (4/4) waktu setempat. Bendera nasional dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri.

Hari berkabung bertepatan dengan dimulainya festival tahunan Qing Ming, di mana jutaan warga China mengunjungi makam leluhur dan membakar dupa sebagai bentuk penghormatan.

Pada pukul 10.00 waktu setempat, warga China mengheningkan cipta selama tiga menit untuk menghormati mereka yang meninggal, termasuk para pekerja kesehatan, akibat Covid-19.

Di Zhongnanhai, Beijing, Presiden Xi Jinping dan sejumlah pejabat senior lainnya memberikan penghormatan di depan bendera nasional. Bunga-bunga putih disematkan di dada mereka sebagai tanda berkabung.

Lebih dari 3.000 orang di China daratan meninggal akibat Covid-19, virus yang pertama kali terdeteksi di Provinsi Hubei pada akhir 2019.

Di ibu kota Hubei, Wuhan, semua lampu lalu lintas di daerah perkotaan berubah menjadi warna merah tepat pukul 10.00. Arus lalu lintas pun berhenti selama tiga menit untuk berkabung.

Otoritas di Wuhan melarang warga mengunjungi makam leluhur hingga setidaknya 30 April demi mencegah potensi penularan lebih lanjut Covid-19. Mereka meminta penduduk tetap berada di rumah dan melakukan swakarantina.

Berdasarkan data Jumat (3/4), Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) pada Sabtu melaporkan, ada 19 kasus baru. Sebanyak 18 di antaranya kasus impor.

Sponsored

Secara total, China mencatat 81.639 kasus positif Covid-19. Sebesar 3.326 di antaranya meninggal dan 76.755 telah dinyatakan sembuh. Secara terpisah, China mencatat 26 kasus baru infeksi tanpa gejala, membuat total menjadi 1.030.

Dalam beberapa pekan terakhir, China mulai melonggarkan pembatasan perjalanan dan imbauan jaga jarak sosial (social distancing). Otoritas kesehatan diyakini berhasil mengendalikan penyebaran di dalam negeri. (The Straits Times dan BBC)

Berita Lainnya