logo alinea.id logo alinea.id

China dukung KTT kedua AS-Korea Utara

Presiden Xi Jinping menegaskan dukungannya atas penyelesaian konflik Korea Utara dan AS lewat dialog.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 10 Jan 2019 15:38 WIB
China dukung KTT kedua AS-Korea Utara

Kim Jong-un mengakhiri lawatan tiga harinya ke China dengan mendapat dukungan dari Presiden Xi Jinping untuk melaksanakan pertemuan kedua dengan Donald Trump. 

KTT pertama Kim Jong-un dan Trump berlangsung pada Juni 2018, namun sejak itu pula progres terkait denuklirisasi terhenti.

Kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa Presiden Xi berharap agar Kim Jong-un dan Trump 'bertemu satu sama lain di tengah jalan'.

Dukungan China penting, mengingat Beijing merupakan sekutu dan mitra dagang utama Korea Utara.

Xi menuturkan bahwa China mendukung Korea Utara dan Amerika Serikat untuk mengadakan pertemuan puncak, mencapai hasil, dan menyokong pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah mereka melalui dialog.

Orang nomor satu di China itu juga menegaskan bahwa pihaknya siap memainkan peran positif dan konstruktif ke arah menjaga perdamaian dan mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Kedatangan Kim Jong-un dan istri, Ri Sol-ju, ke China yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-35 sang pemimpin Korea Utara yang jatuh pada 8 Januari, disambut oleh Presiden Xi dan istri dengan pesta dan pertunjukan seni. 

Kim Jong-un juga mengunjungi pabrik farmasi yang memiliki spesialisasi dalam pengobatan China.

Sponsored

Awal kunjungan Kim Jong-un ke China, yang diyakini sebagai lawatan resmi perdananya, terjadi pada tahun lalu sebelum pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Trump. Dan yang teranyar merupakan kali keempat dalam waktu kurang dari satu tahun dia menginjakkan kaki di Tiongkok.

Menurut media pemerintah China, Presiden Xi menerima undangan Kim Jong-un untuk mengunjungi Korea Utara. Namun, belum jelas kapan lawatan ini akan berlangsung.

Komitmen terhadap denuklirisasi

Sebelumnya, dalam pidato tahun barunya, Kim Jong-un telah menegaskan komitmennya terhadap denuklirisasi. Pada saat bersamaan dia memperingatkan bahwa dia akan mengubah haluan jika AS tetap mempertahankan sanksinya.

Menurut kantor berita Korea Utara, KCNA, China mendukung posisi Korea Utara. 

"Xi Jinping mengatakan isu yang diangkat oleh DPRK adalah tuntutan yang sah dan dia sepenuhnya setuju bahwa kepentingan DPRK harus diselesaikan secara adil," sebut KCNA.

Sejauh ini belum jelas kapan atau di mana KTT kedua Kim Jong-un dan Trump akan berlangsung. Presiden Moon Jae-in hanya mengatakan pertemuan tersebut akan terjadi "segera".

Kurang lebih selama satu tahun terakhir, Presiden Moon Jae-in telah berperan sebagai mediator antara Korea Utara dan AS. Moon Jae-in menegaskan, Seoul akan bekerja sama dengan Washington dalam menyelesaikan persoalan sanksi Korea Utara.

Hanya ada sedikit kemajuan yang dibuat antara AS dan Korea Utara sejak KTT perdana di Singapura. Pada saat itu, kedua belah pihak menandatangani perjanjian untuk mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea, namun tidak pernah dijelaskan apa yang akan terjadi berikutnya.

Pyongyang ingin Washington mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap mereka atas program nuklir dan rudalnya.

Korea Utara berargumen bahwa AS perlu menyesuaikan langkah-langkah yang telah mereka ambil. Pyongyang, sebelumnya telah membongkar tempat uji coba nuklir dan fasilitas utama pengembangan mesin rudal.

Sumber : BBC