sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Coronavirus: Kegiatan publik dan perjalanan dibatasi

Amerika Serikat, Thailand, dan Australia telah mencatat kematian pertama akibat coronavirus jenis baru.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 02 Mar 2020 09:53 WIB
Coronavirus: Kegiatan publik dan perjalanan dibatasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika menetapkan larangan bagi pertemuan-pertemuan besar dan pembatasan perjalanan yang lebih ketat ketika kasus-kasus coronavirus jenis baru semakin merebak ke seluruh dunia.

Amerika Serikat pada Sabtu (29/2) melaporkan kematian pertamanya akibat wabah coronavirus. Korban adalah seorang pria berusia sekitar 50 tahun di Seattle, Washington.

Meskipun risiko kematian masih terbilang rendah di AS, Wakil Presiden Mike Pence menilai bahwa akan ada lebih banyak kasus di masa depan.

"Kami tahu akan ada lebih banyak kasus," kata Pence dalam wawancaranya dengan CNN. 

Dalam pengarahan media di Gedung Putih, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa wisatawan dari Italia dan Korea Selatan yang memasuki AS akan melewati screening kesehatan tambahan. Dia juga memperingatkan warga AS untuk tidak bepergian ke wilayah di kedua negara tersebut yang terdampak coronavirus.

Sementara itu, Pence mengatakan bahwa larangan masuk bagi pelancong dari Iran akan diperluas menjadi larangan masuk bagi warga negara asing yang telah mengunjungi negara itu dalam 14 hari terakhir. Iran merupakan negara Timur Tengah yang paling terdampak coronavirus dengan mencatat 978 kasus terinfeksi dan 54 kematian.

Teheran telah memerintahkan agar sekolah-sekolah ditutup hingga Selasa (3/3), memperpanjang penutupan universitas, serta melarang konser dan acara olahraga selama satu pekan ke depan.

Sejumlah sekolah dan universitas di wilayah utara Italia akan tetap ditutup untuk minggu kedua berturut-turut demi mencegah penyebaran coronavirus. Italia sejauh ini mencatat hampir 1.700 kasus dengan 34 kematian.

Sponsored

Prancis mengumumkan akan menangguhkan segala jenis kegiatan pertemuan publik dengan lebih dari 5.000 orang. Sejauh ini, negara itu mencatat 130 kasus penularan dengan dua kematian.

Pemerintah Swiss menyatakan akan melarang acara yang diperkirakan akan didatangi lebih dari 1.000 orang.

Di Korea Selatan, yang mencatat 4.212 kasus penularan dan 22 kematian, gereja masih ditutup sebagai bagian dari upaya otoritas setempat mengendalikan pertemuan publik.

Pada Senin (2/3), Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan bahwa per Minggu (1/3) malam, angka kematian nasional akibat coronavirus mencapai 2.912. Secara global, angka kematian menyentuh lebih dari 3.000 dengan lebih dari 88.000 orang di seluruh dunia yang terinfeksi.

Kasus-kasus baru

Ekuador pada Sabtu melaporkan kasus pertamanya dari seorang wanita yang baru bepergian ke Madrid. Sedangkan Meksiko mencatat lima kasus, empat di antaranya dari orang-orang yang baru saja mengunjungi Italia.

Pejabat di Brasil mengonfirmasi kasus kedua di negara itu, seorang pasien di Sao Paulo yang baru-baru ini mengunjungi Italia.

Irak melaporkan lima kasus infeksi baru, sehingga totalnya menjadi 13 di negara itu. Dan pada Sabtu, Qatar mencatat kasus penularan pertamanya, menjadikan Arab Saudi sebagai satu-satunya negara Teluk yang belum melaporkan kasus penularan coronavirus.

Mayoritas infeksi di negara-negara Teluk dikaitkan dengan kunjungan ke Iran atau melibatkan orang-orang yang telah melakukan kontak dengan orang-orang lainnya yang baru berkunjung ke Iran.

Armenia melaporkan kasus pertamanya pada Minggu. Pasien merupakan seorang pria yang baru kembali dari Iran.

Pihak berwenang Azerbaijan pada Sabtu mengatakan bahwa mereka telah menutup perbatasannya dengan Iran selama dua minggu untuk mencegah penyebaran wabah coronavirus jenis baru. Dua dari tiga kasus infeksi di negara itu berasal dari warga yang baru melakukan pejalanan ke Iran.

Thailand melaporkan kematian pertama akibat coronavirus pada Minggu, sementara di Australia, seorang mantan penumpang kapal pesiar Diamond Princess meninggal di Kota Perth. (Reuters dan The Guardian)

Berita Lainnya