sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 mengganas, Trump tetap gelar kampanye terbuka

Partai Demokrat mengkritik kampanye terbuka Donald Trump.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 06 Jul 2020 11:48 WIB
Covid-19 mengganas, Trump tetap gelar kampanye terbuka
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Presiden Donald Trump berencana menggelar kampanye di New Hampshire pada Sabtu (11/7) meskipun kasus infeksi coronavirus jenis baru di Amerika Serikat semakin meningkat.

Pada Minggu (5/7), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan total 2.841.906 kasus positif Covid-19, termasuk 129.576 kematian.

Rapat umum tersebut dijadwalkan berlangsung di Bandara Internasional Portsmouth pukul 20.00 waktu setempat. Panita memastikan akan menyediakan penyanitasi tangan dan memberikan masker secara gratis.

Menurut laporan, acara itu akan diadakan di sebuah hanggar pesawat di bandara tersebut. Beberapa orang akan berada di dalam hanggar dan jika jumlah peserta banyak, sisanya ditempatkan di luar ruangan.

Kasus infeksi meningkat di 34 negara bagian selama sepekan terakhir, dengan 12 di antaranya masing-masing mencatat lonjakan kasus lebih dari 50%.

"Kami menantikan begitu banyak patriot pencinta kebebasan yang akan datang ke rapat umum tersebut dan bersama-sama merayakan AS," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Hogan Gidley dalam pernyataannya.

Seorang jenderal pensiunan, Don Bolduc, pada Minggu (5/7) mengatakan bahwa dia berencana untuk menghadiri kampanye terbuka Trump.

"Ekonomi nasional harus bergerak dan untuk melakukannya, para pemimpin perlu mengambil risiko," ujar dia.

Sponsored

New Hampshire adalah salah satu negara bagian yang melaporkan penurunan kasus infeksi Covid-19.

Ketua Partai Demokrat di New Hampshire, Ray Buckley, mengkritik rencana Trump untuk menggelar kampanye terbuka.

"Rapat umum Trump hanya akan meningkatkan kekacauan akibat krisis kesehatan yang sedang terjadi," kata dia.

"Respons Trump terhadap pandemik Covid-19 sangat kacau dan tidak memadai," imbuhnya.

Senada dengan Buckley, mantan penasihat medis Gedung Putih, Jonathan Reiner, menilai bahwa langkah Trump hanya akan membawa bencana.

"Hanya karena Trump rutin menjalani uji Covid-19 bukan berarti dia Superman. Dia bisa saja terinfeksi," tutur Reiner.

Bulan lalu, Trump menggelar kampanye pilpres di Tulsa, Oklahoma, di mana setelahnya sejumlah staf kampanye dan agen Dinas Rahasia dinyatakan positif Covid-19. (CNN)

Berita Lainnya