sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: Trump ancam putus hubungan dengan China

Menurut Trump, China gagal mengekang wabah Covid-19 di dalam negeri hingga akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 15 Mei 2020 18:44 WIB
Covid-19: Trump ancam putus hubungan dengan China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia dapat memutuskan hubungan dengan China karena penanganan negara itu terhadap Covid-19.

Menurut Trump, China gagal mengekang wabah Covid-19 di dalam negeri sehingga akhirnya merebak ke sebagian besar negara di dunia. Coronavirus jenis baru pertama kali terdeteksi di Provinsi Hubei, China, pada akhir 2019.

Dalam wawancara dengan Fox Business pada Kamis (14/5), Trump ditanya tentang bagaimana AS akan merespons penanganan China atas penyebaran coronavirus jenis baru.

"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa saja memutuskan seluruh hubungan," kata dia.

Ketegangan antara Washington dan Beijing membara mengenai asal-usul Covid-19. China secara konsisten menyatakan bahwa mereka telah terbuka dan transparan dalam memberikan informasi terkait virus itu.

"China bisa saja menghentikan penyebaran virus itu di dalam negeri, tetapi mereka tidak melakukannya," tutur Trump.

Trump telah berulang kali menggembar-gemborkan hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping, tetapi pada Kamis, dia menuturkan sedang tidak berminat untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya tersebut.

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik (dengan Xi), tetapi saya saat ini tidak ingin berbicara dengannya," lanjut Trump. "Saya sangat kecewa oleh China."

Sponsored

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa per Kamis, negara tersebut mencatat 1.384.930 kasus positif Covid-19, termasuk 83.947 kematian. Menurut situs pelacak worldometers.info dan Johns Hopkins University, angka kesembuhan di AS melampaui 246.000.

Jumlah kasus infeksi coronavirus jenis baru dan fatalitas di AS merupakan yang tertinggi di dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada Jumat (15/5) menekankan pentingnya mempertahankan hubungan bilateral yang kuat demi kepentingan kedua negara dan stabilitas dunia.

"Baik China maupun AS sekarang harus lebih keras bekerja sama demi memerangi Covid-19, tapi upaya ini tidak dapat berjalan dengan berat sebelah," kata Zhao.

Pernyataan Trump pada Kamis menuai cemoohan dari Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid Global Times.

"Presiden Trump pernah menyarankan pasien Covid-19 untuk menyuntikkan disinfektan ke dalam tubuh mereka. Tentu saya tidak terkejut ketika dia mengatakan mungkin akan memutuskan hubungan dengan China," tutur Hu. (Deustche Welle dan Reuters)

Berita Lainnya