sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cuaca ekstrem picu krisis kembang kol di Inggris

Pasokan alternatif dari Eropa pun lisut menyusul terjangan gelombang panas.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 14 Agst 2019 15:30 WIB
Cuaca ekstrem picu krisis kembang kol di Inggris

Inggris mengalami krisis kembang kol setelah cuaca ekstrem mematikan sebagian besar panen tahun ini.

Hujan deras pada Juni telah menghancurkan kembang kol di Lincolnshire, dan pasokan alternatif dari Eropa pun lisut menyusul terjangan gelombang panas.

Harga kembang kol telah melonjak dan petani menderita kerugian finansial setelah tanaman mereka hancur.

Juru bicara Brassica Growers Association menyebut bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan.

Sayuran sejenis, seperti kubis, brokoli dan kubis brussel, juga tidak banyak tersedia.

"Tanaman-tanaman tersebut dapat tahan menghadapi cuaca beragam tapi kondisi pada Juni terlalu parah dan akibatnya tanaman rusak. Ini memicu kurangnya pasokan," ungkap British Growers Association (BGA).

Sebagian besar kembang kol di Inggris ditanam di Lincolnshire, yang mengalami rekor jumlah curah hujan dan banjir pada Juni.

Situasi ini telah memaksa sejumlah pemasok untuk membeli kembang kol dari negara lain, dan kelangkaan telah memicu kenaikan harga.

Sponsored

Beberapa bahkan telah menyarankan pelanggan mereka, termasuk restoran dan hotel, untuk menghilangkan sementara kembang kol dari bagian menu sampai stoknya pulih.

Kate Nicholls, kepala eksekutif badan perdagangan UK Hospitality, mengatakan, "Jika restoran tidak bisa mendapatkan kembang kol, itu jelas akan menimbulkan gangguan. Syukurlah, sebagian besar cukup mahir menggantinya dengan bahan lain di menu mereka. Jadi, semoga pelanggan tidak terlalu kecewa."

Steve Short, direktur pelaksana Accent Fresh, pemasok produk segar yang berbasis di Norfolk, mengatakan, "Kami sangat bergabung pada Lincolnshire untuk sayur-sayuran kami dan kami mendapat beberapa lainnya dari Cambridgeshire, Kent, Evesham, dan Cornwall. Kami harus mengimpor kembang kol dari Belanda selama situasi ini. Para petani telah kehilangan banyak panen mereka ... harga-harga pun meroket. Saat ini kami membayar 1.50-2.00 pound sterling per kepala kembang kol, biasanya sekitar 50-60 pence."

Konsorsium Ritel Inggris menuturkan bahwa situasi  ini adalah contoh lain bagaimana pengecer harus mengelola dampak perubahan iklim, yang telah menciptakan variabilitas cuaca yang lebih besar dan menghasilkan panen yang sedikit lebih buruk di Inggris.

Sumber : BBC