logo alinea.id logo alinea.id

Darurat polusi udara, warga Mexico City diminta tak keluar ruangan

Asap dari kebakaran hutan di dekat Mexico City disebut berkontribusi pada lonjakan polusi.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 16 Mei 2019 13:13 WIB
Darurat polusi udara, warga Mexico City diminta tak keluar ruangan

Pihak berwenang Mexico City mengumumkan status darurat lingkungan setelah polusi udara di ibu kota Meksiko itu mencapai tingkat yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Komisi lingkungan Mexico City menyarankan penduduk untuk menghindari kegiatan di luar ruangan. Pada Rabu (15/5), warga setempat diminta tidak keluar dari rumah dan membatasi jumlah mobil yang dapat dikendarai di kota.

Bahkan liga sepak bola divisi pertama Meksiko menunda pertandingan antara Leon dan Club America, yang sebelumnya dijadwalkan pada Rabu.

Asap dari kebakaran hutan di dekat Mexico City telah berkontribusi pada lonjakan polusi tersebut. Akibatnya, kota itu telah diselimuti kabut asap selama berhari-hari belakangan.

Partikulat halus polusi atau PM2.5 telah mencapai 158 mikrogram per meter kubik udara pada Selasa (14/5) pagi waktu setempat. Jumlah itu jauh di atas rekomendasi kualitas udara normal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 25 mikrogram per meter kubik udara. Partikel PM2.5 dianggap sangat merusak karena sangat kecil, mereka dapat menembus bagian terdalam paru-paru.

Lebih dari 21 juta orang tinggal di area metropolitan Mexico City. Wilayah itu pernah terkenal karena kualitas udaranya yang buruk. Tingkat polusi udara di wilayah itu turun pada akhir 1990-an tetapi kembali memuncak dalam beberapa tahun terakhir.

Sekolah ditutup

Akibat tingkat polusi ibu kota yang membahayakan, pemerintah setempat menutup sekolah yang berada di Mexico City. Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, Kementerian Pendidikan mengatakan langkah itu berlaku bagi seluruh sekolah negeri dan swasta di wilayah metropolitan Mexico City.

Sponsored

Selain tidak diperbolehkan ke sekolah, anak-anak juga dianjurkan untuk menghindari aktivitas olahraga di luar, tetap berada di dalam ruangan, dan tidak menggunakan lensa kontak.

Beberapa universitas setempat seperti National Autonomous University of Mexico (UNAM) dan National Polytechnic Institute juga mengumumkan akan menangguhkan kegiatan belajar-mengajar karena polusi yang membahayakan.

Otoritas kota berada di bawah tekanan untuk bertindak karena asap dan debu yang menyelimuti kota sudah menyebabkan jarak pandang yang terbatas. Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyinggung persoalan itu dalam konferensi pers pada Rabu, menyebut polusi udara sebagai hal yang sangat disesalkan. (BBC dan Reuters)