logo alinea.id logo alinea.id

Dituding rasial, Dolce & Gabbana minta maaf pada warga China

Rumah mode Dolce & Gabbana dianggap tidak memiliki kepekaan terhadap budaya.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 23 Nov 2018 19:55 WIB
Dituding rasial, Dolce & Gabbana minta maaf pada warga China

Pada Jumat (23/11), rumah mode Italia Dolce & Gabbana, melayangkan permintaan maaf kepada para pelanggan China mereka. Tindakan ini diambil setelah iklan promosi mereka dituding rasial.

Dalam upaya untuk menyelamatkan reputasi mereka di pasar mewah paling penting di dunia, Domenico Dolce dan Stefano Gabbana merekam video pengakuan dosa atau dalam bahasa Latin disebut mea culpa.

Selain tayang di YouTube, video berdurasi 1 menit 25 detik tersebut juga diunggah di situs media sosial China, Weibo, di mana Dolce & Gabbana memiliki hampir satu juta pengikut.

"Keluarga kami selalu mengajarkan kami untuk menghormati budaya yang berbeda di seluruh dunia, dan karena itu kami ingin meminta maaf jika kami telah membuat kesalahan dalam menafsirkan budaya kalian," tutur Dolce dalam bahasa Italia.

"Kami ingin memohon maaf kepada orang China di seluruh dunia. Kami menyampaikan pesan serta permintaan maaf ini secara serius," tambah Gabbana.

Keduanya mengakhiri video tersebut dengan ucapan maaf dalam bahasa Mandarin. 

"Dui bu qi," ujar mereka.

Pada awal pekan ini, rumah mode yang bermarkas di Milan itu telah merilis permintaan maaf tertulis di Weibo. Langkah tersebut diambil setelah isu ini mendorong Dolce & Gabbana membatalkan peragaan busana mereka di Shanghai.

Sponsored

Kontroversi bermula pada pekan ini setelah Dolce & Gabbana mengunggah klip pendek di akun Instagram mereka. Klip itu menunjukkan seorang wanita memakan piza, spageti, dan cannoli dengan sumpit.

Publik menilai video tersebut tidak peka terhadap budaya.

Ketegangan meningkat setelah screenshot percakapan seorang pengguna Instagram dengan Gabbana beredar di media sosial. Dalam obrolan tersebut, Gabbana terlihat menggunakan lima emoji kotoran untuk mendeskripsikan China dan menghina negara itu beserta orang-orangnya.

Perusahaan mengklarifikasi bahwa akun Instagram mereka dan Gabbana telah diretas, menambahkan bahwa kantor hukum mereka sedang menyelidiki masalah itu.

Meskipun telah meminta maaf sebelumnya, produk rumah mode Italia itu telah menghilang dari beberapa platform e-commerce China.

Seorang juru bicara raksasa ritel Suning.com mengatakan bahwa mereka telah menghapus semua produk Dolce & Gabbana setelah insiden itu.

Produk-produk Dolce & Gabbana juga tidak bisa ditemukan di beberapa ritel lainnya, yakni Taobao dan JD.com. Kedua perusahaan tersebut tidak memberi tanggapan lebih lanjut.

Warganet China tidak yakin dengan permintaan maaf Dolce dan Gabbana tersebut. Dalam waktu tiga jam setelah diunggah, video tersebut telah menuai lebih dari 100 ribu komentar.

"Mereka membungkukkan kepala mereka yang berharga kepada renminbi (yuan)," tulis seorang pengguna Weibo. (Channel News Asia)