sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gletser Himalaya picu banjir, 9 orang tewas dan 140 hilang

Pihak berwenang telah mengevakuasi bendungan lain untuk menampung air yang mengalir dari Sungai Alakananda yang banjir.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 08 Feb 2021 14:08 WIB
Gletser Himalaya picu banjir, 9 orang tewas dan 140 hilang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Sembilan orang dipastikan tewas dan setidaknya 140 hilang di wilayah utara India, setelah gletser dari Himalaya pecah dan merusak bendungan pembangkit listrik tenaga air pada Minggu (7/2).

Hal itu memicu banjir bandang yang memaksa evakuasi para penduduk desa di hilir. Surjeet Singh, seorang pejabat polisi, mengatakan bahwa sembilan mayat sejauh ini telah ditemukan di tengah operasi penyelamatan yang intensif.

Banjir itu terjadi ketika sebagian dari gletser Nanda Devi pecah di daerah Tapovan di Negara Bagian Uttarakhand pada Minggu pagi, menyebabkan banjir besar dan puing-puing menghantam dua bendungan dan merusak sejumlah rumah.

Sebuah video yang disebarkan oleh petugas dan diambil dari sisi lereng bukit yang curam menunjukkan dinding air yang mengalir ke salah satu bendungan dan memecahnya menjadi beberapa bagian.

Seorang saksi mata mengatakan, dia melihat gulungan debu, batu, dan air saat longsoran salju menderu di lembah sungai Dhauli Ganga yang terletak lebih dari 500 kilometer dari New Delhi.

"Peristiwa terjadi dengan sangat cepat, tidak ada waktu untuk memperingatkan siapa pun," tutur Sanjay Singh Rana, yang merupakan saksi mata.

Kepala Polisi Uttarakhand, Ashok Kumar menyatakan lebih dari 50 orang yang bekerja di bendungan, Proyek Hidroelektrik Rishiganga, dikhawatirkan tewas meskipun beberapa lainnya telah diselamatkan.

Kumar menambahkan, pihak berwenang telah mengevakuasi bendungan lain untuk menampung air yang mengalir dari Sungai Alakananda yang banjir.

Sponsored

Uttarakhand rawan terhadap banjir bandang dan tanah longsor, bencana terbaru mendorong seruan kelompok lingkungan untuk meninjau proyek pembangkit listrik di pegunungan yang sensitif secara ekologis.

Perusahaan listrik milik negara, NTPC, mengatakan longsoran gletser pada Minggu telah merusak sebagian pembangkit listrik tenaga air Tapovan Vishnugad yang sedang dibangun di ujung sungai.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan, dia sedang memantau situasi dengan cermat. 

"India mendukung Uttarakhand dan kami berdoa untuk keselamatan semua orang di sana," katanya dalam sebuah twit setelah berbicara dengan Kepala Menteri Uttarakhand Trivendra Singh Rawat.

Angkatan Udara India dipersiapkan untuk membantu operasi penyelamatan, sementara Menteri Dalam Negeri, Amit Shah mengatakan, bahwa tim tanggap bencana sedang diterbangkan untuk membantu dengan proses pencarian dan penyelamatan.

Tidak segera jelas apa yang memicu longsoran salju di saat bukan musim banjir. Pada Juni 2013, hujan monsun di Uttarakhand menyebabkan banjir dahsyat yang merenggut hampir 6.000 nyawa.

Bencana tersebut dijuluki sebagai "Tsunami Himalaya" oleh media lokal karena aliran air yang mengalir di daerah pegunungan, yang menyebabkan lumpur dan bebatuan runtuh, mengubur rumah, menyapu bangunan, jalan, serta jembatan.

Uma Bharti, mantan menteri sumber daya air India dan pemimpin senior partai Modi, mengkritik pembangunan proyek pembangkit listrik di daerah tersebut.

"Ketika saya menjadi menteri, saya menegaskan bahwa Himalaya adalah tempat yang sangat sensitif, jadi proyek pembangkit listrik tidak boleh dibangun di Gangga dan anak sungai utamanya," katanya di Twitter, mengacu pada sungai utama yang mengalir dari gunung. (Channel News Asia)

Berita Lainnya