sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hampir 800 warga Australia berniat tinggalkan Indonesia

Peristiwa ini terjadi akibat lonjakan Covid-19 di Indonesia yang disebabkan oleh varian Delta yang lebih menular.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 30 Jul 2021 15:44 WIB
Hampir 800 warga Australia berniat tinggalkan Indonesia

Laporan SBS News pada Kamis (29/7) menyatakan bahwa warga Australia di Indonesia semakin putus asa mendapatkan bantuan untuk kembali ke negara mereka.

Peristiwa ini terjadi akibat lonjakan Covid-19 di Indonesia yang disebabkan oleh varian Delta yang lebih menular.

Pemerintah Australia mengindikasikan bahwa mereka telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan Qantas untuk mengatur penerbangan komersial yang difasilitasi bagi warga Australia yang rentan yang berangkat dari Indonesia.

Ada hampir 800 warga Australia terdaftar yang ingin pulang dari Indonesia yang telah disebut sebagai episentrum baru Covid-19 di Asia. 

Georgia Sutherland, warga Australia yang menetap di Bali bersama suami dan anak-anaknya, termasuk di antara mereka yang ingin pulang.

Para ekspatriat telah pindah dari rumah mereka di Bali dan membawa anak-anak mereka keluar dari sekolah sebelum rencana penerbangan mereka ke Australia.

"Hal yang membuat frustrasi adalah sekarang kami bahkan tidak bisa pulang," katanya kepada SBS News.

Dia membandingkan ketidakpastian seputar kepulangan mereka dengan berada di "ruang tunggu" tanpa "cara yang jelas untuk kembali".

Sponsored

Menurut Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), sekitar 780 warga Australia atau penduduk tetap terdaftar ingin kembali ke Australia, termasuk sekitar 350 yang masuk ke dalam kategori kelompok rentan.

Seorang juru bicara DFAT mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan opsi untuk memulangkan warga Australia dari Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan Qantas dalam opsi penerbangan komersial yang difasilitasi bagi warga Australia yang rentan yang berangkat dari Indonesia," kata juru bicara tersebut.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa pemerintah Australia sedang mempertimbangkan segala pilihan yang tersedia untuk membantu warga Australia pulang.

Warga Australia di luar negeri disarankan untuk menghubungi Kedutaan Besar Australia atau konsulat terdekat, serta menghubungi nomor kontak darurat DFAT jika mereka membutuhkan bantuan. (SBS News)

Berita Lainnya