sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kerusuhan antargeng di penjara Brasil tewaskan 57 orang

Sebagian besar narapidana tewas akibat terjebak dalam sel yang dibakar.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 30 Jul 2019 10:18 WIB
Kerusuhan antargeng di penjara Brasil tewaskan 57 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Pihak berwenang di negara bagian Para, Brasil, menyatakan bahwa kerusuhan di penjara kota Altamira pada Senin (29/7) menewaskan sedikitnya 57 narapidana.

Insiden mematikan itu dimulai sekitar pukul 07.00 waktu setempat dan terjadi akibat pertikaian antara dua geng yakni Comando Classe A dan Comando Vermelho atau Red Command.

Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang Para menyampaikan bahwa narapidana yang merupakan anggota Comando Classe A membakar sel penjara yang berisi tahanan dari Red Command.

Sebagian besar narapidana tewas akibat terjebak dalam sel yang dibakar. Selain itu, pihak berwenang menyatakan sebanyak 16 korban tewas dipancung. Dua petugas keamanan penjara sempat disandera tetapi kemudian dibebaskan.

"Penyerangan itu merupakan tindakan yang terencana," ungkap Direktur Penjara Negara Bagian Para Jarbas Vasconcelos.

Vasconcelos menyatakan bahwa penjara tersebut dibangun untuk menampung 208 narapidana, tetapi kini kelebihan kapasitas karena dihuni oleh sekitar 311 tahanan.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang saat terpilih berjanji akan menindak keras kejahatan, telah melihat adanya penurunan tajam pembunuhan pada 2019. Namun, kekerasan dalam penjara tetap menjadi tantangan keamanan di negara itu.

Pada Mei, kerusuhan penjara di Amazonas menewaskan 55 orang yang mati akibat ditusuk dengan sikat gigi atau dicekik. Kemudian pada 2017, serangkaian kerusuhan antargeng lokal di Amazonas menewaskan 150 narapidana.

Sponsored

Kementerian Kehakiman Brasil menyatakan mereka sedang bekerja sama dengan otoritas Para untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan pada Senin. Selain itu, kementerian juga mempertimbangkan untuk memindahkan para pentolan geng ke penjara yang berbeda.

Hingga kini tercatat ada sekitar 750.000 narapidana yang dibui di Brasil, jumlah itu meningkat delapan kali lipat dalam tiga dekade terakhir. Di dalam penjara, awalnya para tahanan bergabung dengan geng untuk saling melindungi dan mengadvokasi perbaikan penanganan narapidana. Namun, pengaruh geng-geng itu telah berkembang jauh melampaui tembok penjara.

Geng-geng penjara telah dikaitkan dengan perampokan uang dari bank hingga perdagangan narkoba dan senjata api, dengan gembong yang memimpin bisnis kriminalnya melalui telepon seluler selundupan di dalam sel penjara.

Red Command merupakan geng yang berasal dari Rio de Janeiro, tetapi telah berkembang jauh ke bagian utara Brasil dalam upaya untuk mendiversifikasi pendapatannya. Ekspansi itu sering menimbulkan konfrontasi dengan geng terbesar dan paling kuat di Brasil, First Capital Command (PCC), yang bermarkas di Sao Paulo.

Sementara itu, Comando Classe A merupakan geng yang relatif kecil dan tidak terlalu dikenal di luar Para. Penyerangan besar-besaran terhadap Red Command pada Senin dapat memberinya reputasi nasional.

Pemerintahan Bolsonaro telah mengusulkan pemindahan gembong narkoba ke penjara federal dan menambah jumlah penjara di beberapa negara bagian.

Pada Februari, Menteri Kehakiman Sergio Moro meluncurkan RUU penanggulangan kejahatan yang mencakup usulan untuk memperberat hukuman penjara dan mengisolasi para pemimpin geng dalam penjara keamanan maksimum. Namun, RUU itu tertahan di kongres dan belum dibahas lebih lanjut. (Reuters dan Wall Street Journal)

Berita Lainnya