sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Korban meninggal akibat coronavirus di Jepang jadi 8 orang

Estonia dan Denmark mencatat kasus infeksi coronavirus pertamanya.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 27 Feb 2020 17:00 WIB
Korban meninggal akibat coronavirus di Jepang jadi 8 orang

Seorang pria berusia sekitar 80 tahun di Hokkaido, Jepang, meninggal akibat coronavirus jenis baru. Kasusnya membuat angka kematian di negara itu meningkat jadi delapan.

Tokyo telah meminta agar pertemuan-pertemuan besar dan sejumlah pertandingan olahraga ditangguhkan selama dua minggu ke depan demi mencegah penyebaran coronavirus jenis baru. Namun, pemerintah setempat menjanjikan bahwa Olimpiade Tokyo 2020 akan tetap berjalan pada 24 Juli hingga 9 Agustus.

Seorang pakar mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine, Philip Tierno, menilai bahwa seharusnya pemerintah menunda Olimpiade Tokyo 2020.

"Seharusnya Olimpiade 2020 ditunda jika kondisi penyebaran seperti ini berlanjut. Banyak yang tidak mengerti betapa mudahnya infeksi ini menular dari satu orang ke orang lain," jelas dia.

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Jepang mencatat 894 kasus infeksi coronavirus jenis baru, 705 di antaranya terdeteksi di kapal pesiar Diamond Princess yang sempat menjalani masa karantina di Pelabuhan Yokohama.

Seorang wanita yang bekerja sebagai pemandu bus wisata di Jepang telah dites positif coronavirus jenis baru untuk kedua kalinya. Dia merupakan pasien pertama yang telah sembuh dan kembali terjangkit wabah tersebut di Negeri Sakura.

Wanita yang tinggal di Osaka itu terbukti positif coronavirus jenis baru pada Rabu (26/2), setelah mengalami sakit tenggorokan dan nyeri dada. Dia pertama kali terjangkit coronavirus pada akhir Januari dan dikeluarkan dari rumah sakit setelah dinyatakan pulih pada 1 Februari.

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan bahwa pemerintah pusat perlu meninjau ulang daftar pasien dan mengawasi kondisi mereka yang sudah dinyatakan sembuh.

Sponsored

Sementara itu, Irak melaporkan kasus penularan baru pada Kamis, membuat jumlah pasien terinfeksi di negara itu menjadi enam. Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Irak menyatakan bahwa seorang pria di Ibu Kota Baghdad terjangkit coronavirus jenis baru setelah berkunjung ke Iran. Pria tersebut kini sudah dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi stabil.

Pemerintah Irak mengkhawatirkan penyebaran coronavirus dari Iran, yang menjadi negara di kawasan Timur Tengah yang paling parah terdampak wabah tersebut. Sejauh ini, Iran mencatat 22 kematian dan 141 kasus infeksi.

Estonia juga mencatat kasus coronavirus pertamanya, pasien merupakan seorang pria yang baru kembali dari Iran. Menurut pejabat kesehatan setempat, pria itu kemungkinan warga Iran.

"Pria ini berstatus permanent resident Estonia tetapi bukan warga negara kami. Menurut informasi yang saya dapat, dia adalah warga negara Iran," ujar Menteri Sosial Estonia Tanel Kiik.

Otoritas kesehatan Denmark pada Kamis mengonfirmasi kasus infeksi coronavirus pertamanya pada seorang pria yang baru saja kembali dari liburan di wilayah Lombardy, Italia. Setelah dinyatakan positif pada Rabu malam, pria itu diisolasi di kediamannya bersama dengan istri dan putranya yang negatif coronavirus.

"Kami menanggapi situasi ini dengan sangat serius. Kami berupaya mencegah penyebaran dan melacak jejak infeksi," tutur Menteri Kesehatan Magnus Heunicke.

Italia, yang mengonfirmasi 12 kematian, adalah negara di Eropa yang mencatat jumlah kematian tertinggi. Negara itu telah melaporkan lebih dari 450 kasus penularan coronavirus jenis baru, termasuk 300 yang berada di Lombardy.

Masih dari Eropa, Inggris melaporkan dua kasus coronavirus virus jenis, meningkatkan jumlah infeksi menjadi 15 di negara itu. Pejabat kesehatan setempat mengatakan bahwa dua pasien baru tertular coronavirus setelah berkunjung dari Italia dan Spanyol.

Sementara itu, Korea Utara telah memperpanjang libur sekolah dalam upaya mencegah penyebaran coronavirus jenis baru. Hingga kini, belum ada kasus infeksi yang dilaporkan terjadi di negara tersebut.

"Libur sekolah telah diperpanjang sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran wabah," lapor kantor berita Yonhap.

Wabah coronavirus jenis baru telah menginfeksi lebih dari 82.000 orang di seluruh dunia, lebih dari 78.000 di antaranya berada di China daratan, pusat dari epidemi tersebut. Dengan kematian tercatat di Iran, Korea Selatan, Italia, Jepang, Hong Kong, Prancis, Taiwan, dan Filipina, angka kematian global akibat virus tersebut melampui 2.800. (Reuters, Al Jazeera, CNBC dan The Straits Times)

Berita Lainnya
×
tekid