sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Korban tewas akibat Topan Phanfone jadi 21 orang

Topan Phanfone diperkirakan akan meninggalkan wilayah Filipina pada Sabtu (28/12) pagi.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 27 Des 2019 10:06 WIB
Korban tewas akibat Topan Phanfone jadi 21 orang

Setidaknya 21 orang telah dipastikan tewas, sementara 10 lainnya dilaporkan masih hilang pada Jumat (27/12) setelah Topan Phanfone menghantam beberapa pulau di Filipina tengah pada Hari Natal.

Sebagian besar kematian terjadi di Provinsi Iloilo, di mana sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas. Sementara itu, Provinsi Leyte, yang pertama kali menanggung beban topan, mendeklarasikan status bencana dan melaporkan kerusakan di sektor perikanan, ternak, dan hasil panen senilai hampir US$1 juta.

Phanfone juga menghantam Boracay, Coron, dan sejumlah destinasi wisata lainnya yang populer di kalangan turis asing. Seorang turis asal Korea yang terjebak di Bandara Kalibo menuturkan bahwa bandara itu mengalami kerusakan parah.

Lebih dari 58.000 orang terpaksa mengungsi di sejumlah provinsi jelang kedatangan Phanfone. Topan diperkirakan akan meninggalkan wilayah Filipina pada Sabtu (28/12) pagi.

Sponsored

Meski lebih lemah, jalur Phanfone disebut mirip dengan Topan Super Haiyan, topan paling mematikan yang melanda Filipina. Haiyan yang menerjang pada 2013, menyebabkan lebih dari 7.300 tewas atau hilang.

Filipina adalah daratan pertama yang berhadapan dengan sabuk topan Pasifik. Itu membuat Filipina dihantam rata-rata 20 badan dan topan setiap tahunnya, menewaskan banyak orang, memusnahkan panen, rumah, dan infrastruktur lainnya serta membuat jutaan warganya tetap hidup dalam kemiskinan.

Studi pada Juli 2019 oleh Asian Development Bank menyebutkan, makin sering badai terjadi output ekonomi Filipina turun 1%, sementara badai yang lebih kuat akan menurunkan nyaris 3%. (Al Jazeera)

Berita Lainnya