sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Korea Selatan: Korea Utara tembakkan proyektil tidak teridentifikasi

Ini merupakan peluncuran senjata kedua Korea Utara dalam lima hari terakhir.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 09 Mei 2019 16:51 WIB
Korea Selatan: Korea Utara tembakkan proyektil tidak teridentifikasi

Korea Utara pada Kamis (9/5) menembakkan setidaknya satu proyektil tidak dikenal dari wilayah barat negara itu. Informasi tersebut disampaikan oleh militer Korea Selatan.

Ini merupakan peluncuran senjata kedua Korea Utara dalam lima hari terakhir dan kemungkinan adalah peringatan bahwa pembicaraan perlucutan senjata nuklir dengan Washington bisa dalam bahaya.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan tidak segera merilis rincian tentang jenis proyektil apa yang ditembakkan Korea Utara. Dia mengatakan, pihaknya masih menganalisis peluncuran.

Proyektil tersebut diluncurkan dari Sino-ri di Provinsi Pyongan Utara, daerah yang dikenal sebagai salah satu pangkalan rudal tertua Korea Utara, di mana sebuah brigade mengoperasikan rudal Rodong jarak menengah.

Peluncuran itu dilakukan ketika Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun mengunjungi Korea Selatan, dan beberapa jam setelah Korea Utara menjelaskan bahwa peluncuran artileri roket dan rudal balistik jarak pendek pada Sabtu (4/5) sebagai latihan militer reguler dan defensif. 

Korea Utara mencemooh Korea Selatan karena mengkritik peluncuran itu.

Gedung Biru menyatakan, Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-yong memantau situasi dan pada saat bersamaan berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan dan Kepala Staf Gabungan melalui video.

Tidak ada komentar segera dari Amerika Serikat.

Sponsored

Beberapa analis menilai, jika Korea Utara kembali menguji jenis senjata balistik jarak jauh yang ditembakkan dalam jumlah besar pada tahun 2017, mungkin menandakan bahwa Korea Utara yang frustrasi sedang berpaling dari diplomasi.

Ini akan menjadi titik mundur dari kemajuan pada 2018, di mana Kim Jong-un menghadiri KTT dengan Presiden Korea Selatan, Presiden China, dan Donald Trump.

Hingga hari ini, Korea Utara belum mendapatkan apa yang paling diinginkannya dari serangkaian pertemuan puncak tersebut: pencabutan sanksi.

Pertemuan puncak awal tahun ini antara Kim Jong-un dan Trump berujung gagal. AS tidak percaya bahwa Korea Utara menawarkan langkah-langkah pelucutan yang cukup untuk menyetujui pencabutan sanksi yang diinginkan Korea Utara.

Tepat sebelum peluncuran proyektil Korea Utara, para pejabat senior pertahanan dari Korea Selatan, AS dan Jepang bertemu di Seoul untuk membahas peluncuran yang dilakukan Korea Utara pada Sabtu dan masalah keamanan lainnya. Detail dari rapat tidak segera diumumkan. (AP)