sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lawan Covid-19, pemimpin dunia sepakat galang US$8,1 miliar

Amerika Serikat tidak akan ambil bagian dalam inisiatif global tersebut.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 05 Mei 2020 10:16 WIB
Lawan Covid-19, pemimpin dunia sepakat galang US$8,1 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Sejumlah pemimpin negara dan organisasi internasional pada Senin (4/5) sepakat menggalang US$8,1 miliar untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin serta mendukung upaya lainnya untuk melawan Covid-19.

Pihak yang sepakat berkontribusi termasuk Uni Eropa, Inggris, Norwegia, Arab Saudi, Jepang, Kanada, Italia, Prancis, Jerman, Afrika Selatan, dan puluhan negara lainnya.

"Dalam waktu hanya beberapa jam, kami secara kolektif telah berjanji mengumpulkan US$8,1 miliar untuk pengembangan vaksin, diagnostik, dan pengobatan terhadap Covid-19," tutur Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen usai memimpin KTT online yang diselenggarakan Uni Eropa.

Dia menyatakan bahwa 4 Mei menandai titik balik dalam perjuangan dunia melawan Covid-19.

"Tujuan kita semua sama yakni untuk mengalahkan pandemik ini," lanjut dia.

Von der Leyen menambahkan, salah satu donatur termasuk penyanyi pop asal Amerika Serikat, Madonna, yang menyumbangkan US$1,1 juta.

Komisi Eropa akan mendonasikan US$1 miliar, sementara Prancis, Arab Saudi, dan Jerman masing-masing menjanjikan US$545 juta. Jepang berencana mendonasikan lebih dari US$800 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menekankan bahwa pengembangan vaksin adalah upaya paling mendesak yang perlu dilakukan untuk mengatasi Covid-19. Inggris sendiri berjanji akan mendonasikan US$432 juta.

Sponsored

Para diplomat Uni Eropa mengatakan, AS tidak ambil bagian dalam inisiatif global tersebut. Seorang pejabat senior AS menolak untuk menjelaskan secara spesifik mengapa negaranya tidak berpartisipasi.

Presiden Donald Trump pada bulan lalu mengumumkan dia telah menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bentuk ketidakpuasannya atas upaya badan itu menangani pandemik Covid-19.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengatakan dia menyesali keputusan Trump terkait penghentian pendanaan serta absennya Washington dalam KTT virtual pada Senin.

"Sangat disayangkan AS bukan bagian dari inisiatif ini. Ketika Anda berada dalam krisis, salah satu jalan solusinya adalah untuk bekerja sama dengan pihak lain," tutur Solberg.

Norwegia berjanji mendonasikan US$1 miliar untuk mendukung distribusi vaksin Covid-19.

Sebagian besar pemimpin dunia menekankan bahwa vaksin nantinya harus tersedia untuk semua orang. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pun mengatakan, vaksin tidak bisa hanya dapat diakses oleh negara kaya.

Sebagian besar pakar kesehatan memprediksi bahwa vaksin untuk mengobati Covid-19 baru akan tersedia pada pertengahan 2021.

Dewan Pemantauan Kesiapan Global (GPMB), badan yang didukung PBB yang berfokus pada krisis kesehatan, memperkirakan bahwa dari US$8 miliar yang hendak digalang, US$3 miliar akan dialokasikan khusus untuk mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan vaksin Covid-19.

Kemudian US$2,25 miliar untuk mengembangkan perawatan efektif terhadap Covid-19, US$750 juta untuk kit uji, dan US$750 juta untuk pasokan alat pelindung diri (APD) seperti masker.

Sisa US$1,25 miliar akan diberikan kepada WHO untuk mendukung upaya-upaya pengekangan penyebaran virus di negara-negara yang dinilai paling rentan.

Berita Lainnya