sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menang pemilu, PM Modi: Terima kasih rakyat India

Bersama sekutunya, Modi, diperkirakan berhasil mengamankan hampir 350 kursi dari 272 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 24 Mei 2019 09:41 WIB
Menang pemilu, PM Modi: Terima kasih rakyat India

Perdana Menteri Narendra Modi berterima kasih kepada rakyat India karena telah memberinya mandat untuk menjabat lima tahun lagi. Modi meraih kemenangan mutlak atas Rahul Gandhi.

"Kita semua menginginkan India yang baru. Saya ingin menundukkan kepala dan mengucapkan terima kasih," katanya dalam pidato kemenangan di hadapan pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP).

Hasil yang diumumkan menunjukkan bahwa BJP diproyeksikan memenangkan lebih dari 300 kursi di parlemen. Jika dikombinasikan dengan partai lainnya yang tergabung dalam Aliansi Demokratik Nasional (NDA), jumlah kursi yang dikuasai mencapai hampir 350.

Sementara partai oposisi utama diperkirakan hanya akan meraih kurang dari 60 kursi. 

Partai atau koalisi membutuhkan setidaknya 272 kursi untuk meraih suara mayoritas di majelis rendah parlemen atau biasa disebut Lok Sabha.

Pada Pemilu 2014, BJP memenangkan 282 kursi dan bersama dengan sekutunya mereka memperoleh total 336 kursi. Partai oposisi, Kongres, yang meraih 44 kursi, menderita kekalahan terburuk pada 2014. Bersama dengan sekutunya, Kongres hanya memenangkan 60 kursi di majelis rendah.

Lebih dari 600 juta orang memberikan suara dalam pemilu teranyar yang berlangsung selama enam minggu berturut-turut. Pemilu India kali ini memiliki tujuh putaran pemungutan suara.

"Kemenangan bagi seluruh negeri"

Sponsored

Saat tiba di markas BJP di Delhi, India, pada Kamis (23/5) malam waktu setempat, Perdana Menteri berusia 68 tahun itu dihujani kelopak mawar oleh ribuan pendukung.

"Pemilu ini diperjuangkan bukan oleh para politikus tetapi oleh rakyat di negara ini. Rakyat yang jadi pemenangnya," ujar Modi.

Modi mengatakan kemenangannya diperuntukkan bagi seluruh negeri. Dia pun bersumpah akan membangun India yang kuat dan inklusif.

"Kami akan memperjuangkan ide, kerendahan hati, dan budaya India," tambahnya.

Anggota partai dan pendukung Modi bersorak, menabuh drum, serta menyalakan kembang api ketika hasil pemilu diumumkan.

Aliansi BJP diproyeksikan untuk memenangkan lebih dari 50% suara di negara bagian utara, Uttar Pradesh. Hal itu mengejutkan para pengamat pemilu karena BJP awalnya diperkirakan akan mendapat perlawanan sengit dari para pendukung dua partai regional, Partai Bahujan Samaj (BSP) dan Partai Samajwadi (SP).

Hasil BJP di Benggala Barat pun meningkat. Pada pemilu kali ini, BJP diproyeksikan akan meraih 17 kursi parlemen di negara bagian itu, naik dua kursi dibanding perolehan pada Pemilu 2014.

Namun, perolehan BJP sangat sedikit di empat negara bagian selatan India yakni Andhra Pradesh, Telangana, Tamil Nadu, dan Kerala. BJP diperkirakan hanya akan meraih tiga dari total 91 kursi yang diperebutkan di empat konstituen tersebut.

Respons atas kemenangan Modi

Dalam konferensi pers di Delhi, aliansi oposisi utama, yang dipimpin oleh Partai Kongres yang dipimpin Rahul Gandhi, mengakui kekalahan mereka.

Pesan-pesan ucapan selamat bagi Modi pun dikirim dari sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Dalam twitnya, Trump berharap ke depannya, hubungan bilateral AS dan India dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, PM Khan menuturkan bahwa Pakistan akan bekerja bersama India untuk membawa kedamaian dan kemakmuran di Asia Selatan.

Tantangan bagi Modi

Dalam pidato kemenangannya, Modi menegaskan bahwa kini hanya ada dua kasta di India. "Orang miskin dan orang yang ingin bekerja untuk membawa mereka keluar dari kemiskinan. Kita perlu memberdayakan keduanya."

Pengangguran yang meningkat dan kekhawatiran resesi akan membuat Modi menghadapi tuntutan untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan anak muda yang memasuki pasar tenaga kerja dalam beberapa bulan mendatang.

Di masa jabatan pertama Modi, ekonomi India yang sebelumnya terbesar keenam di dunia, dinilai telah kehilangan momentumnya. Laporan pemerintah yang bocor pada awal 2019 menyatakan bahwa tingkat pengangguran India kini mencapai titik tertinggi sejak 1970-an.

Para petani di India juga berharap Modi akan memprioritaskan industri pertanian. Mereka protes setelah harga komoditas yang menurun mengakibatkan pendapatan mereka berkurang.

Banyak yang melihat pemilu kali ini sebagai pertempuran antara identitas India dan perlindungan terhadap kaum minoritas. Nasionalisme Hindu telah menjadi arus utama dalam lima tahun terakhir, dengan meningkatnya serangan terhadap kaum minoritas, termasuk hukuman mati tanpa pengadilan terhadap puluhan muslim yang dituduh menyelundupkan sapi.

Keamanan nasional juga akan menjadi tantangan yang harus dihadapi Modi. Keamanan India menjadi sorotan setelah bom bunuh diri oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter di Kashmir yang dikelola India pada Februari.

India kemudian melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Pakistan, mendorong aksi balasan yang membawa kedua negara ke tepi konflik.

Sumber : BBC