sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Paus Fransiskus desak Uni Eropa bersatu di tengah Covid-19

Uni Eropa menghadapi kritik karena dinilai kurang menjunjung solidaritas dalam penanganan pandemik Covid-19

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 13 Apr 2020 14:07 WIB
Paus Fransiskus desak Uni Eropa bersatu di tengah Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Paus Fransiskus mendesak Uni Eropa untuk menunjukkan solidaritas di tengah pandemik coronavirus jenis baru. Dia mendorong agar blok tersebut satu suara dalam memberikan respons terhadap krisis kesehatan global itu.

Pesan tersebut dia sampaikan saat memimpin Misa Minggu Paskah dari Basilika Santo Petrus yang kosong. Misa tersebut disiarkan secara online.

Tahun lalu, 70.000 orang memadati Lapangan Santo Petrus untuk mendengarkan pesan Paskah.

Sri Paus mendorong para pemimpin politik untuk bekerja secara aktif demi kebaikan bersama. Secara khusus, dia memperingatkan bahwa Uni Eropa berisiko runtuh jika tidak menyepakati upaya bersama untuk mengatasi coronavirus jenis baru.

"Dalam situasi saat ini, para anggota Uni Eropa perlu menyatakan diri sebagai bagian dari satu keluarga dan saling mendukung," tegas dia. "Ini bukan waktunya untuk tidak peduli, seluruh dunia sedang menderita dan perlu dipersatukan."

Uni Eropa telah dikritik karena dinilai kurang menjunjung solidaritas dalam penanganan pandemik Covid-19, terutama karena tidak memiliki koordinasi terkait respons ekonomi.

Negara anggota Uni Eropa terpecah mengenai cara mengurangi dampak ekonomi dari pandemik tersebut. Negara-negara kaya termasuk Jerman dan Belanda memblokir permintaan dari sejumlah negara, seperti Spanyol dan Italia, yang mengajukan penerbitan surat utang di level Uni Eropa untuk membantu ekonomi negara anggota yang babak belur.

Dalam pesan tradisional Sri Paus, "Urbi et Orbi", yang merupakan sebutan bagi pengumuman Gereja Katolik Roma, Fransiskus mendoakan mereka yang mengalami penderitaan dan kesulitan baik secara fisik maupun ekonomi akibat Covid-19.

Sponsored

"Selama beberapa minggu terakhir, kehidupan masyarakat tiba-tiba berubah. Bagi banyak orang, periode ini adalah saat-saat yang mengkhawatiran dengan masa depan yang tidak pasti," jelas Paus Fransiskus.

Dia menyerukan pelonggaran sanksi internasional dan memuji para pekerja medis yang berada di garis depan dalam perang melawan Covid-19. (The Guardian, BBC, dan Politico)

Berita Lainnya