logo alinea.id logo alinea.id

Peringatkan Iran, AS kirim kapal induk ke Timur Tengah

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menegaskan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan kekuatan yang tiada batas.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 06 Mei 2019 11:36 WIB
Peringatkan Iran, AS kirim kapal induk ke Timur Tengah

Amerika Serikat mengirim kapal induknya ke Timur Tengah untuk mengirim pesan yang jelas dan nyata ke Iran.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan respons atas sejumlah indikasi dan peringatan yang mengganggu dan semakin meningkat.

Reuters, yang mengutip seorang pejabat AS melaporkan bahwa pengerahan kapal perang itu didasarkan pada klaim kemungkinan serangan terhadap pasukan AS.

Bolton menambahkan bahwa mereka akan membalas setiap serangan dengan kekuatan yang tiada batas.

"AS mengerahkan USS Abraham Lincoln dan gugus tugas pengebom ke wilayah Komando Pusat AS untuk mengirim pesan yang jelas dan nyata kepada rezim Iran bahwa setiap serangan terhadap kepentingan AS atau sekutu kami akan berhadapan dengan kekuatan kekuatan yang tiada henti," ungkap Bolton.

Dia menambahkan, "AS tidak mengincar perang dengan rezim Iran. Tapi kami sepenuhnya siap menghadapi serangan apapun, baik dengan proksi, Korps Pengawal Revolusi Islam atau pasukan reguler."

Kapal induk itu sebelumnya berada di Eropa dalam rangka latihan militer dengan sekutu AS yang berlangsung sejak akhir April.

Ini bukan kali pertama USS Abraham Lincoln dikerahkan ke Teluk. Namun, pengerahan kali ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Sponsored

Tahun lalu, Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir yang disepakati antara Iran dan enam kekuatan dunia, yakni AS, Inggris, Prancis, China, Rusia, dan Jerman, pada 2015.

Di bawah perjanjian itu, Iran telah sepakat untuk membatasi kegiatan nuklirnya dan mengizinkan para pengawas internasional bekerja dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan akan mengakhiri pembebasan sanksi bagi lima negara, yaitu China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Turki, yang masih membeli minyak Iran.

Pada waktu nyaris bersamaan, AS juga memasukkan Korps Garda Revolusi dalam daftar kelompok teroris asing. Iran pun membalas dengan melabeli seluruh militer AS sebagai teroris.

Penerapan sanksi-sanksi kembali oleh rezim Trump telah memicu penurunan tajam dalam ekonomi Negeri Para Mullah, mendorong nilai mata uangnya ke titik terendah, melipatgandakan tingkat inflasi tahunan, membuat investor asing angkat kaki, dan memicu aksi protes.

Sumber : BBC