sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertama sejak 2020, Inggris tak catat kematian akibat Covid-19

Senin (10/5) menandai pertama kalinya sejak 30 Juli tahun lalu bahwa tidak ada fatalitas harian akibat Covid-19 di Inggris. 

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 11 Mei 2021 12:39 WIB
Pertama sejak 2020, Inggris tak catat kematian akibat Covid-19

Inggris mencatat nol kematian harian akibat Covid-19 untuk pertama kalinya sejak Juli 2020. Para pakar menilai hal ini merupakan dampak positif dari lockdown dan kampanye vaksinasi nasional.

Senin (10/5) menandai pertama kalinya sejak 30 Juli tahun lalu bahwa tidak ada fatalitas harian akibat Covid-19 di Inggris. 

Selain itu, tidak ada kematian juga yang tercatat di Skotlandia atau Irlandia Utara pada Senin. Namun, empat kematian terkait Covid-19 tercatat di Wales.

Para ahli memperingatkan bahwa angka tersebut hanya salah satu ukuran kematian terkait Covid-19, dan sering dipengaruhi oleh jeda waktu dalam pelaporan. Meski begitu, mereka mengatakan penurunan jumlah kematian cukup menjanjikan.

Rowland Kao, profesor epidemiologi di Edinburgh University, mengatakan bahwa penurunan kematian mencerminkan dampak vaksinasi.

"Selalu ada pencatatan kematian yang lebih tinggi di paruh kedua minggu ini, tetapi secara keseluruhan ini adalah kabar baik," katanya.

Sementara itu, Michael Head, peneliti senior kesehatan global di Southampton University, menyatakan hal yang serupa dengan Kao.

"Terlepas dari keanehan pelaporan, jumlah kasus kematian harian Covid-19 jauh lebih rendah daripada tiga bulan lalu. Ini adalah berita bagus dan kemajuan luar biasa," ujarnya.

Sponsored

Head menambahkan bahwa situasinya sangat kontras dengan yang pada akhir Januari, ketika ada lebih dari 1.000 kematian terkait Covid-19 yang dilaporkan setiap harinya.

Pada saat itu, lanjutnya, rumah sakit pun bekerja melampaui kapasitas perawatan mereka karena lonjakan kasus infeksi dan kematian. 

"Kami berutang banyak kepada semua pekerja garis depan atas ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk bekerja dalam keadaan seperti itu, yang sejauh mana dapat dihindari," katanya.

Meskipun situasi di Inggris saat ini membaik, pandemik semakin memburuk secara global.

"India adalah contoh terkenal dari negara yang sedang menderita, tetapi di seluruh dunia terus terjadi jumlah kasus baru yang lebih tinggi per hari dibandingkan pada titik mana pun selama pandemik," kata Head. "Ini juga dapat berdampak bagi Inggris, dalam hal potensi kasus impor serta ancaman dari varian baru yang lebih menular," papar dia lagi. 

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya