sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertemuan KTT G20 bahas permasalahan yang terjadi di Afghanistan

Sejak Taliban ambil alih Afghanistan pada 15 Agustus 2021, Afghanistan mengalami kehancuran ekonomi, dan meningkatkan eksodus pengungsi.

Elmo Julianto
Elmo Julianto Selasa, 12 Okt 2021 11:15 WIB
Pertemuan KTT G20 bahas permasalahan yang terjadi di Afghanistan

Italia akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan KTT G20 pada Selasa (12/10). Fokus dari pembahasan pada pertemuan ini adalah tentang permasalahan yang terjadi di Afghanistan, yaitu krisis kemanusiaan setelah kembalinya Taliban menguasai negara tersebut.

Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus 2021, Afghanistan telah mengalami kehancuran ekonomi, dan meningkatkan eksodus pengungsi.

Konferensi video, yang akan dimulai pukul 1 siang (1100 GMT) waktu setempat itu, akan fokus pada pembahasan bantuan untuk Afghanistan, kekhawatiran atas keamanan dan cara-cara menjamin perjalanan yang aman ke luar negeri bagi ribuan warga Afghanistan sekutu Barat yang masih berada di negara itu.

“Memberikan dukungan kemanusiaan menjadi hal yang sangat mendesak bagi kelompok yang paling rentan, terutama perempuan dan anak-anak, dengan tibanya musim dingin,” kata seorang pejabat yang mengetahui agenda KTT G20.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan bergabung dalam pertemuan KTT tersebut, dan menggaris bawahi peran sentral yang diberikan kepada PBB dalam mengatasi krisis yang terjadi karena banyak negara tidak ingin menjalin hubungan langsung dengan Taliban.

Italia, yang memegang kepresidenan bergilir KTT G20, telah bekerja keras untuk mengatur pertemuan itu dalam menghadapi pandangan yang sangat berbeda, dalam kelompok yang berbeda, tentang bagaimana menangani Afghanistan setelah penarikan AS yang berantakan dari Kabul.

"Masalah utamanya adalah negara-negara Barat mendukung cara Taliban menjalankan negara, bagaimana mereka memperlakukan wanita misalnya, sementara China dan Rusia di sisi lain memiliki kebijakan luar negeri nonintervensi," kata seorang sumber diplomatik. 

China secara terbuka menuntut agar sanksi ekonomi terhadap Afghanistan dicabut dan miliaran dolar aset internasional Afghanistan dicairkan dan dikembalikan ke Kabul. Tidak jelas apakah ini akan dibahas pada Selasa (12/10).

Sponsored

Sementara Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri India Narendra Modi dan para pemimpin G20 Eropa diperkirakan akan ambil bagian dalam pertemuan itu, media China melaporkan bahwa Presiden Xi Jinping tidak akan berpartisipasi.

Negara tetangga Afghanistan, Pakistan dan Iran, belum diundang dalam pertemuan virtual itu. Tetapi Qatar, yang telah memainkan peran kunci sebagai lawan bicara antara Taliban dan Barat, akan bergabung dalam diskusi, kata sumber diplomatik.

KTT virtual itu terjadi hanya beberapa hari setelah pejabat senior AS dan Taliban bertemu di Qatar untuk pertemuan tatap muka pertama mereka sejak kelompok garis keras itu merebut kembali kekuasaan. 

Pertemuan itu terjadi kurang dari tiga minggu sebelum KTT resmi para pemimpin G20 di Roma pada 30-31 Oktober, yang akan fokus pada pembahasan tentang perubahan iklim, pemulihan ekonomi global, mengatasi kekurangan gizi, dan pandemi Covid-19.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya