sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pria yang tampar Macron dipenjara 4 bulan

Pria tersebut menyerang Macron ketika sang presiden berjabat tangan dengan warga saat berjalan-jalan di wilayah Drome.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 11 Jun 2021 16:56 WIB
Pria yang tampar Macron dipenjara 4 bulan

Pengadilan Prancis pada Kamis (10/6) memvonis seorang pria yang menampar wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan hukuman penjara 18 bulan, 14 di antaranya ditangguhkan.

Damien Tarel (28) telah ditahan sejak serangan pada Selasa (8/6), yang oleh seorang jaksa disebut sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima dan tindakan kekerasan yang disengaja.

Tarel menyerang Macron ketika sang presiden berjabat tangan dengan warga saat berjalan-jalan di wilayah Drome.

Pria itu mengatakan bahwa beberapa hari sebelum kunjungan Macron ke wilayah tersebut, dia berpikir untuk melemparkan telur atau kue ke presiden, tetapi menambahkan tamparannya sama sekali tidak direncanakan.

"Menurut saya, Macron mewakili dengan negara kita yang membusuk," katanya kepada pengadilan.

Tarel menghadapi tuduhan penyerangan terhadap pejabat publik, pelanggaran yang membawa hukuman maksimum tiga tahun penjara dan denda hingga US$54.750.

Macron telah mengabaikan serangan itu, menyebutnya sebagai "peristiwa yang terisolasi", dan berjanji untuk terus bertemu para pendukungnya meskipun ada kekhawatiran akan keamanan pribadinya.

Ketika kembali ditanya mengenai penyerangan tersebut dalam wawancara dengan BFM TV, Macron menyebutnya sebagai tindakan bodoh yang merupakan konsekuensi dari atmosfer penuh kekerasan yang ditemukan di media sosial.

Sponsored

"Anda terbiasa dan menormalkan kebencian di media sosial," tutur Presiden Macron.

Para pemimpin politik Prancis telah bersatu dan mengutuk tamparan itu.

Kepresidenannya Macron sebelumnya diguncang oleh protes anti-pemerintah yang disebut rompi kuning pada 2018-2019, yang sebagian didorong oleh kemarahan atas reformasi ekonomi selama masa jabatannya.

Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya