logo alinea.id logo alinea.id

Tegang dengan Iran, AS tarik staf non-darurat di Irak

Penarikan staf pemerintah non-darurat ini membuat layanan visa normal ditangguhkan sementara.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 15 Mei 2019 17:01 WIB
Tegang dengan Iran, AS tarik staf non-darurat di Irak

Amerika Serikat memerintahkan pemulangan pegawai pemerintah non-darurat dari Irak pada Rabu (15/5). Langkah diambil setelah AS berulang kali menyatakan kekhawatiran tentang ancaman dari pasukan yang didukung Iran.

Kedutaan Besar AS di Baghdad menyatakan Kementerian Luar Negeri telah memerintahkan penarikan karyawan dari misi diplomatik AS di ibu kota Irak dan konsulatnya di Erbil.

"Layanan visa normal di kedua pos akan ditangguhkan sementara," sebut pernyataan itu.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS menjelaskan keputusan untuk menarik staf non-darurat didasarkan pada penilaian keamanan. Tetapi dia tidak memberi rincian lebih lanjut berapa banyak yang akan dipulangkan.

"Memastikan keselamatan personel dan warga negara AS adalah prioritas utama kami dan kami yakin akan kemampuan layanan keamanan Irak untuk melindungi kami," katanya. "Tetapi ancaman ini serius dan kami ingin mengurangi risiko bahaya."

Pada Selasa (14/5), militer AS menegaskan kembali kekhawatiran tentang kemungkinan ancaman dari Iran yang menargetkan pasukannya di Iran. Di lain sisi, seorang komandan senior Inggris meragukan penilaian tersebut dan Iran menyebutnya perang psikologis.

Ketegangan AS dan Iran meningkat belakangan. Bermula dari rezim Trump yang mengakhiri pengecualian sanksi bagi pembelian minyak Iran, upaya yang disebut AS bertujuan menggembosi pengaruh Negeri Para Mullah.

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada Selasa (14/5) menuturkan, berdasarkan pembicaraannya dengan AS dan Iran, semuanya akan berakhir dengan baik meski ada retorika berapi-api. 

Sponsored

Washington telah mengirim pasukan militer tambahan ke Timur Tengah, termasuk sebuah kapal induk, pengebom B-52 dan rudal Patriot. Ini dipandang sebagai aksi unjuk kekuatan terhadap apa yang oleh pejabat AS disebut sebagai ancaman bagi pasukan dan kepentingannya di kawasan.

Sementara itu, seorang komandan senior Pengawal Revolusi Iran menuturkan bahwa pihaknya akan membalas setiap tindakan agresif AS.

Sumber : Reuters