logo alinea.id logo alinea.id

Trump akan pertahankan sanksi atas Korea Utara

Meski Trump mempertahankan sanksi, namun dia mengklaim menjaga hubungan baik dengan Kim Jong-un dan tidak menyampingkan KTT ketiga.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 12 Apr 2019 11:30 WIB
Trump akan pertahankan sanksi atas Korea Utara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Kamis (11/4) sepakat mengenai pentingnya perundingan nuklir dengan Korea Utara, tetapi kedua pemimpin itu tidak sepenuhnya selaras tentang apakah sanksi seharusnya menekan Kim Jong-un untuk menyerahkan senjata nuklirnya atau mendorongnya menjauh dari meja negosiasi.

Trump, dalam pertemuan pertamanya dengan Moon Jae-in sejak KTT kedua AS-Korea Utara yang gagal di Hanoi mengatakan, AS ingin mempertahankan sanksi untuk menekan Kim Jong-un agar melakukan denuklirisasi.

Tapi Trump mengatakan dia mempertahankan hubungan baik dengan Kim Jong-un dan tidak menyampingkan KTT ketiga.

"Kami ingin sanksi tetap diberlakukan," ungkap Trump di Gedung Putih. "Saya pikir sanksi saat ini berada pada tingkat yang adil."

Moon Jae-in sendiri berharap pelonggaran sanksi, termasuk yang menahan proyek ekonomi bersama antara Korea Utara dan Korea Selatan. 

Utusan Moon Jae-in untuk negosiasi nuklir, Lee Do-hoon, pada Jumat (5/4) mengatakan bahwa sanksi diperlukan untuk mencegah Korea Utara dari membuat keputusan yang buruk. Namun, sanksi tidak menyelesaikan seluruh masalah yang sejatinya belum terselesaikan.

Trump mengatakan dia akan lebih suka meringankan sanksi pada waktu yang tepat. "Ini bukan waktu yang tepat."

Selain itu, orang nomor satu di AS itu menegaskan bahwa dia terbuka untuk membahas langkah-langkah yang lebih kecil, seperti membantu meringankan masalah kemanusiaan Korea Utara, namun secara umum AS ingin sanksi tetap ada.

Sponsored

"Ada berbagai kesepakatan kecil yang mungkin bisa terjadi," tutur Trump. "Anda dapat mengerjakan tahap demi tahap, tapi saat ini, kita sedang membahas soal persoalan yang besar bahwa kita harus menyingkirkan senjata nuklir."

Negosiasi terkait nuklir Korea Utara dilaporkan terhenti, dan ada ketidakpastian apakah Kim Jong-un mempertimbangkan mundur dari perundingan atau terus melanjutkannya.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, pada Kamis menuturkan bahwa dalam pertemuan partai pada Rabu (10/4), Kim Jong-un menekankan kemandirian untuk memberikan pukulan keras bagi musuh.

KTT berikutnya

Dalam pertemuan mereka, Trump dan Moon Jae-in membahas kemungkinan KTT Korea Utara-Korea Selatan berikutnya sebagai cara untuk meningkatkan dialog antara AS dan Korea Utara mengenai denuklirisasi.

Kim Jong-un dan Moon Jae-in bertemu tiga kali tahun lalu dan Kim Jong-un berjanji akan mengunjungi Korea Selatan sebagai imbalan atas kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Pyongyang pada September lalu.

"Kedua presiden sepakat bahwa pendekatan top down akan terus sangat diperlukan dalam proses perdamaian di Semenanjung Korea. Dalam hal ini, Presiden Trump menekankan bahwa pintu selalu terbuka untuk dialog dengan Ketua Kim Jong-un," sebut pernyataan pihak Korea Selatan setelah pertemuan Trump dan Moon Jae-in.

Seorang pejabat Korea Selatan menyatakan belum ada keputusan tentang waktu dan lokasi KTT antar-Korea berikutnya.

Menjelang lawatan Moon Jae-in, para pejabat Korea Selatan menekankan perlunya menghidupkan kembali perundingan AS-Korea Utara. Moon Jae-in sendiri telah mempertaruhkan reputasi politiknya dalam mendorong negosiasi dengan Pyongyang.

Di lain sisi, Trump menyatakan kesediaan untuk mengadakan KTT ketiga dengan Kim Jong-un.

"Itu bisa saja terjadi. KTT ketiga bisa terjadi. Dan itu selangkah demi selangkah. Bukan proses yang cepat ... Selangkah demi selangkah," kata Trump.

Moon Jae-in menolak menempatkan KTT di Hanoi sebagai kegagalan, melainkan bagian dari proses yang panjang. Namun, Moon Jae-in sepakat dengan Trump bahwa tujuan akhir dari proses ini adalah denuklirisasi penuh Korea Utara.

"Tugas penting yang kita hadapi saat ini adalah menjaga momentum dialog dan juga mengekspresikan pandangan positif mengenai KTT ketiga AS-Korea Utara kepada masyarakat internasional bahwa ini akan diadakan dalam waktu dekat," ungkap Moon Jae-in.

Sumber : Al Jazeera