sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Trump ancam setop dana untuk WHO secara permanen

Jumlah kasus infeksi dan fatalitas akibat Covid-19 di AS adalah yang tertinggi di seluruh dunia.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 19 Mei 2020 18:22 WIB
Trump ancam setop dana untuk WHO secara permanen
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Pada Senin (18/5), Presiden Donald Trump mengancam akan secara permanen menghentikan pendanaan Amerika Serikat bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pernyataan tersebut dia sampaikan melalui surat yang dirilis di Twitter.

Trump mengatakan, jika WHO tidak berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara substantif dalam 30 hari ke depan, dia akan secara permanen menghentikan pendanaan bagi WHO dan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS.

Bulan lalu, Trump menangguhkan pendanaan bagi WHO sebagai bentuk protes AS terkait upaya organisasi tersebut merespons Covid-19. Dia memaparkan bahwa setiap tahunnya, AS menyalurkan US$400 juta hingga US$500 juta untuk mendukung program-program WHO.

Pada saat itu, WHO merespons Trump dengan menyatakan, "Saat ini kita semua masih melewati pandemik, bukan waktunya untuk menangguhkan pendanaan."

Dalam surat pada Senin, Trump menguraikan apa yang Gedung Putih anggap sebagai salah langkah yang berulang kali diambil oleh WHO dan direktur jenderalnya, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Surat tersebut menggemakan keluhan yang sebelumnya Trump sampaikan yakni terkait sikap WHO yang menyarankan agar negara-negara tidak menerapkan pembatasan perjalanan pada awal pandemik.

Ketika Covid-19 dideklarasikan sebagai darurat kesehatan global pada akhir Januari, Tedros menyarankan negara-negara untuk tidak mengambil langkah-langkah yang tidak perlu yang dapat mengganggu perdagangan atau perjalanan internasional.

Sponsored

Surat Trump juga mengkritik cara WHO menangani informasi yang dilaporkan oleh China, tempat pertama di mana coronavirus jenis baru terdeteksi pada akhir 2019. Trump berulang kali menyebut organisasi itu "China centric".

"WHO harus dapat menunjukkan bahwa mereka independen dari China ... Saya tidak bisa membiarkan uang pajak warga AS membiayai sebuah organisasi yang tidak melayani kepentingan negara kami," tutur Trump dalam surat tersebut.

Trump sendiri menuai kritik publik atas pernyataannya yang dianggap inkonsisten. Pada Januari, dia mengatakan bahwa dia memercayai informasi China terkait penyebaran Covid-19.

Kemudian pada Februari, Trump menyebut pandemik tersebut sebagai tipuan dari oposisi, Partai Demokrat, yang dimaksudkan merusak reputasi pemerintahannya.

Presiden Trump telah berulang kali menggembar-gemborkan obat antimalaria, klorokuin, sebagai obat yang efektif untuk merawat pasien Covid-19. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang mendukung pernyataan tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa per Senin, negara tersebut mencatat 1.480.349 kasus positif Covid-19, termasuk 89.407 kematian. Menurut situs pelacak Johns Hopkins Univeristy dan worldometers.info, angka kesembuhan melampaui 283.000.

Jumlah kasus infeksi dan fatalitas akibat Covid-19 di AS adalah yang tertinggi di seluruh dunia. (CNBC dan CNN)

Berita Lainnya