sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Trump menolak ikut debat capres AS secara virtual

Debat terakhir capres AS antara Trump dan Biden rencananya dilaksanakan 22 Oktober.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Jumat, 09 Okt 2020 14:14 WIB
Trump menolak ikut debat capres AS secara virtual
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Komisi Debat Presiden Amerika Serikat (AS) pada Kamis (8/10) pagi mengumumkan, debat kedua antara Joe Biden dan Donald Trump akan terjadi secara virtual. Namun, petahana menolak untuk berpartisipasi.

"Saya tidak akan melakukan debat virtual," kata Trump, Kamis (8/10) pagi. "Tidak, aku tidak akan membuang waktuku dengan debat virtual."

Tim kampanye Trump mengatakan, kandidatnya bakal berpartisipasi jika debat minggu depan diundur seminggu dan jadwal debat terakhir juga diundur sepekan.

"Kami setuju, bahwa ini harus terjadi pada 22 Oktober dan karenanya, debat ketiga kemudian harus digeser kembali satu minggu menjadi 29 Oktober," ucap Manajer Kampanye Trump, Bill Stepien, dalam sebuah pernyataan.

Namun, tim kampanye Biden menolak usul itu. "Perilaku Trump yang tidak menentu tidak memungkinkan dia untuk menulis ulang kalender dan memilih tanggal baru yang dia pilih," ujarnya.

Dia menambahkan, Biden berharap dapat berpartisipasi dalam debat terakhir pada 22 Oktober. "Donald Trump bisa muncul atau dia bisa menolak lagi. Itu pilihannya," imbuhnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, tim kampanye Biden mengatakan, pihaknya berharap Komisi Debat Presiden AS mengubah format gaya balai kota—di mana kandidat mengajukan pertanyaan langsung dari pemilih—dari debat yang dijadwalkan pada 15 Oktober hingga tanggal debat terakhir pada 22 Oktober.

“Mengingat penolakan presiden untuk berpartisipasi pada 15 Oktober, kami berharap Komisi Debat akan memindahkan Biden-Trump Town Hall menjadi 22 Oktober, sehingga presiden tidak dapat mengelak dari akuntabilitas. Para pemilih harus memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada keduanya langsung. Setiap calon presiden sejak 1992 telah berpartisipasi dalam acara seperti itu dan sayang sekali jika Donald Trump yang pertama menolak," tutur Wakil Manajer Kampanye dan Direktur Komunikasi Biden, Kate Bedingfield.

Sponsored

Tim kampanye Biden juga mengatakan, jagoannya akan tetap berpartisipasi dalam acara virtual tersebut.

"Wakil Presiden Biden berharap dapat berbicara langsung dengan rakyat Amerika dan membandingkan rencananya untuk menyatukan negara dan membangun kembali lebih baik dengan kepemimpinan Donald Trump yang gagal menangani virus corona yang telah menyebabkan ekonomi berada dalam penurunan terburuk sejak depresi besar," jelas tim kampanye itu dalam sebuah pernyataan kepada ABC.

Biden sendiri mempertimbangkan ucapan Trump dengan mengatakan dia tidak akan berpartisipasi. Keterangan disampaikan sebelum melakukan perjalanan kampanye ke Arizona Kamis pagi.

“Kami tidak tahu apa yang akan dilakukan presiden. Dia berubah pikiran setiap detik," katanya kepada wartawan. "Bagi saya untuk mengomentari itu sekarang akan menjadi tidak bertanggung jawab. Saya pikir, saya akan mengikuti rekomendasi komisi. Jika dia pergi dan akan mengadakan rapat umum, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan."

Ditanya oleh ABC, apakah dia akan tetap berpartisipasi dalam debat jika Trump tidak melakukannya, Biden mengatakan tidak tahu.

Keamanan perdebatan berikutnya dipertanyakan setelah Trump didiagnosis positif coronavirus baru (Covid-19), pada minggu lalu, yang mengharuskannya dirawat di Walter Reed Medical Center. Namun, dirinya kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10). (ABC)

Berita Lainnya