sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO: Orang muda sehat mungkin tak dapat vaksin hingga 2022

Vaksinasi massal sangat tidak mungkin segera dilakukan meskipun banyak uji coba telah dilakukan.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 15 Okt 2020 17:52 WIB
WHO: Orang muda sehat mungkin tak dapat vaksin hingga 2022
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Kepala ilmuwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, mengatakan, orang-orang muda yang sehat mungkin harus menunggu hingga 2022 untuk mengikuti vaksinasi coronavirus baru (Covid-19). Pangkalnya, petugas kesehatan dan kelompok rentan menjadi prioritas.

Dirinya melanjutkan, vaksinasi massal sangat tidak mungkin segera dilakukan meskipun banyak uji coba telah dilakukan. Kemudian, pengaturan tentang siapa saja yang diberikan akses vaksin terlebih dahulu juga masih dirundingkan.

"Kebanyakan orang setuju, vaksin akan diprioritaskan bagi para petugas kesehatan dan petugas garis depan. Namun, bahkan dalam kalangan itu pun harus ditentukan siapa di antara mereka yang berisiko tinggi," ujarnya.

Swaminathan menilai, rata-rata orang muda yang sehat mungkin harus menunggu hingga 2022 untuk mendapatkan vaksin.

Di sisi lain, diharapkan setidaknya ada satu vaksin yang efektif pada 2021 sekalipun dalam jumlah terbatas. Sementara ini, dua kandidat vaksin dari uji coba yang dilakukan Johnson & Johnson dan AstraZeneca dari Amerika Serikat (AS) telah ditangguhkan karena masalah keamanan.

Dia juga memperingatkan agar tidak berpuas diri dengan tingkat fatalitas. Alasannya, naiknya jumlah kasus mengerek angka kematian. "Kita tidak boleh berpuas diri dengan angka kematian yang turun," tegasnya.

Jerman telah mencatat jumlah infeksi harian tertinggi sejak dimulainya pandemi. Otoritas kesehatan nasional melaporkan 6.638 kasus baru, angka tertinggi sebelumnya tercatat pada 28 Maret dengan 6.294 kasus.

Pada Rabu (14/10), Kanselir Jerman, Angela Merkel dan perdana menteri dari 16 negara bagian federal menyetujui aturan baru, di mana daerah dengan tingkat infeksi yang meningkat pesat harus memberlakukan jam malam dengan batas pukul 23.00 untuk bar dan restoran.

Sponsored

Jika suatu area mencatat lebih dari 35 infeksi baru per 100.000 orang selama tujuh hari, maka masyarakat sekitar akan diwajibkan menggunakan masker di tempat-tempat umum.

Angka infeksi global Covid-19 mencapai 38,4 juta, dengan kematian melebihi satu juta. "Negeri Paman Sam" sejauh ini mencatat kasus infeksi tertinggi dengan hampir delapan juta infeksi dan lebih dari 216.000 fatalitas.

Presiden AS, Donald Trump, mengadakan rapat umum di Iowa pada Rabu malam. Pada kesempatan itu, dirinya sekali lagi sesumbar kebal dari Covid-19. "Dan saya tidak bisa menularkannya kepada Anda."

Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Trump, Jenderal James Mattis, menilai, AS tidak menangani Covid-19 dengan baik.

"Intinya, adalah kami telah melihat respons terhadap penyakit yang dipolitisasi dengan cara yang tidak menguntungkan dan rakyat yang menderita," ujarnya. (The Guardian)

Berita Lainnya