sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

5 imunisasi wajib untuk balita, cek di sini yah bun!

Imunisasi disediakan gratis oleh negara yang bisa kita temui di pusat kesehatan milik pemerintah.

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Sabtu, 24 Apr 2021 10:39 WIB
5 imunisasi wajib untuk balita, cek di sini yah bun!

Cek daftar imunisasi anak, berikut daftar imunisasi wajib untuk si kecil!

Pemerintah melihat, adanya kecenderungan penurunan imunisasi pada anak selama pandemi. Padahal, imunisasi anak wajib untuk si kecil.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.42 Tahun 2013 dan No.12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Tujuan dari pemberian imunisasi pada anak untuk mencegah penyakit serius yang akan datang. Imunisasi disediakan gratis oleh negara yang bisa kita temui di pusat kesehatan milik pemerintah.

Lantas apa saja imunisasi wajib untuk anak, berikut informasinya yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Imunisasi Hepatitis B (HB-O) 
Hepatitis B merupakan merupakan infeksi hati yang dapat menimbulkan komplikasi sirosis dan kanker hati. Imunisasi Hepatitis B diberikan kepada bayi yang usianya kurang dari 12 jam. Vaksin ini diberikan secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan. 

Jika si ibu terjangkit Hepatitis B, bayi yang dilahirkan wajib mendapatkan suntikan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) untuk menghasilkan kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis B dalam waktu cepat.

2. Imunisasi polio
Polio merupakan penyakit menular akibat infeksi virus yang menyerang sistem saraf di otak dan saraf tulang belakang. Jika kasunya parah, polio dapat menyebabkan sesak napas, meningitis, kelumpuhan, hingga kematian.

Vaksin dilakukan tetes (oral) yang diberikan empat kali, yaitu saat bayi baru lahir/paling lambat saat usianya satu bulan dan berturut-turut, dua bulan, tiga bulan, dan ketika bayi di usia empat bulan. 

Sponsored

3. Imunisasi BCG
Karena Indonesia masih tinggi kasus TB. Imunisasi BCG wajib dilakukan untuk membangun kekebalan tubuh pada sang anak. Imunisasi ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari kuman penyakit Tuberkulosis. Penyakit menular ini dapat menyerang saluran pernapasan, otot, kulit, kelenjar getah bening, sauran certa, kulit, dan ginjal.

4. Imunisasi campak
Penyakit campak dapat menyebab pneunomia, diare, dan radang otak. Sebagai bentuk pencegahannya, imunisasi campak dilakukan sebanyak tiga kali dalam usia sembilan bulan, 18 bulan, dan enam tahun.

Pemberian imunisasi campak ulang di usia 18 bulan tidak diperlukan apabila sudah diberi vaksin MR/MMR pada usia 15 bulan.

5. Imunisasi DPT-HB-HiB
Imunisasi ini memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap enam penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Pemberian imunisasi ini wajib sebanyak empat kali pada usia dua, tiga, empat, dan 18 bulan.

Adapula imunisasi tambahan seperti Vaksin MR/MMR untuk mencegah penyakit campak, rubela, dan gondongan, Vaksin pneumokokus (PCV), untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus yang menyebabkan pneumonia, radang telinga, dan meningitis,

Vaksin rotavirus untuk melindungi dari gastroenteritis penyebab diare, Vaksin hepatitis A dan tifoid untuk menurunkan risiko penyakit hepatitis A dan demam tifoid pada anak, Vaksin varisela untuk mencegah infeksi virus varicella-zoster penyebab penyakit cacar airm Vaksin influenza untuk memberikan perlindungan terhadap ISPA akibat flu, Vaksin HPV (Human Papillomavirus) dalam pencegahan terhadap kanker serviks, dan Vaksin Japanese encephalitis (JE) untuk mencegah infeksi virus Japanese encephalitis yang menyebabkan penyakit radang otak

Berita Lainnya