logo alinea.id logo alinea.id

Antologi Rasa: Cinta segi empat bankir yang rumit

Kisahnya berkutat pada tiga tokoh utama, yakni Harris (Herjunot Ali), Keara (Carissa Perusset), dan Ruly (Refal Hady).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 15 Feb 2019 20:32 WIB
Antologi Rasa: Cinta segi empat bankir yang rumit

Absennya tokoh lain

Film ini diangkat dari novel metropop, yang biasa menghadirkan kisah paling sederhana dan tak mengajak penontonnya repot-repot berpikir. Secara garis besar, Antologi Rasa tak membuat kisahnya memiliki kedalaman.

Carissa Perusset yang menjadi tokoh utama, sebagai seorang pendatang baru di layar lebar, tampil baik di film ini. Meski demikian, di akting perdananya ini, dia tak terlalu menunjukkan range emosi yang meyakinkan. Sedangkan Herjunot Ali, memberikan warna lain di film ini. Dia tampil dengan karakter yang cuek.

Sementara itu, dari sisi dialog, dalam percakapan antara Keara dan Ruly tampak tak membuat yakin bila mereka sudah bersahabat selama lima tahun. Dialog mereka penuh basa-basi, yang seharusnya tak terjadi, bila sudah lama saling mengenal. Tak ada canda atau inside joke yang membuat yakin jika mereka bersahabat lama.

Selain itu, rentang waktu, perkembangan konflik, maupun karakter tokoh juga tak terlihat dengan baik di film ini.

Di dalam novelnya, dijelaskan jika Keara sempat menjalin hubungan dengan Ruly selama dua bulan. Namun, hal ini tak ditampilkan dengan baik di filmnya. Hubungan mereka hanya berlangsung sekejap saja.

Begitu juga dengan perbedaan rentang waktu sejak kejadian tidur bareng antara Keara dan Harris di Singapura, hingga Harris yang berencana akan pindah ke Singapura di akhir film, tak dijelaskan dengan baik. Di akhir film, saya terkejut ketika mengetahui rentang waktu satu tahun yang disebutkan tokoh Keara karena memang tak ada perkembangan konflik yang berarti.

Antologi Rasa diangkat dari novel berjudul sama. (instagram.com/antologirasamovie).

Sedangkan pengembangan tokoh yang ada di penghujung film seolah-olah menjadikan tokoh Keara, Harris, dan Ruly mirip karakter satu dimensi di sepanjang film.

Tak seperti di dalam novelnya, tokoh Denise hanya dijadikan pelengkap saja di film ini, tanpa ada dialog yang berarti. Tokoh Panji juga tak ditampilkan di film ini. Padahal, di dalam novel, tokoh Panji mendapatkan bagian untuk menceritakan sudut pandangnya.

Panji merupakan adik ipar sahabatnya, Dinda, yang menjadi pelarian cinta Keara. Mereka menjalin hubungan yang rumit, karena Keara hendak menghilangkan bayang-bayang Ruly di dalam pikirannya.

Mungkin saja, penghilangan beberapa tokoh dan situasi itu merupakan usaha untuk mengurangi durasi, yang bisa saja lebih panjang dari 108 menit. Atau barangkali Ika Natassa berusaha membuat film yang soundtrack-nya diisi D’Masiv, Geisha, dan Nidji ini bukan sekadar copy paste dari novelnya.

starstarstarstarstar2

Kisah cinta klise. Cocok jadi FTV.