logo alinea.id logo alinea.id

Kiat mencari bahan pengganti masakan Indonesia di luar negeri

Betapa menantangnya mencari bahan pengganti dari bahan masakan khas Indonesia ketika menetap di luar negeri.

Hermansah
Hermansah Senin, 23 Sep 2019 03:56 WIB
Kiat mencari bahan pengganti masakan Indonesia di luar negeri

 Aslida Rahardjo membagi beberapa resep serta tip bagi warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri dan ingin memasak hidangan khas nusantara, melalui bukunya "Resep Masakan Indonesia di 5 Benua".

"Saya ingin berbagi pengalaman sebagai istri yang mengikuti suami bertugas ke luar negeri, saya bisa merasakan pentingnya ketersediaan bumbu, dan bahan penggantinya di lima benua," kata Aslida di sela-sela peluncuran bukunya, di Jakarta, Minggu.

Aslida yang merupakan istri dari mantan Duta Besar Indonesia untuk China Sugeng Rahardjo itu, mengungkapkan betapa menantangnya mencari bahan pengganti dari bahan masakan khas Indonesia ketika menetap di luar negeri.

"Saya memulai research ini ketika di Austria. Saya mau bikin lodeh, tetapi di sana tidak ada labu siam, lalu saya menemukan buah lain yang rasa dan teksturnya hampir sama," kenang dia.

Selain cukup menantang, ia pun mengatakan perjalanannya menemukan bahan-bahan dan bumbu dapur khas tanah air itu pun menyenangkan, lantaran ia bisa ke pasar dan menemukan bahan yang pas.

Kendati demikian, diperlukan waktu untuk memastikan apakah bahan tersebut cocok bagi hidangan yang akan disajikan untuk keluarga.

"Mengubah bahan baku apa mengubah rasa? Iya, sedikit. Jadi, kadang ada bahan yang tidak terlalu sesuai sebagai bahan pengganti," kata Aslida.

"Cooking is practicing. Kalau pertama gagal, ya jangan menyerah, karena skill bisa bertambah ketika latihan," ujarnya.

Sponsored

Sementara itu, buku Asilda Rahardjo "Resep Masakan Indonesia di 5 Benua" telah tersedia di toko buku maupun toko dalam jaringan.

Aslida Rahardjo, yang telah 20 tahun hidup di banyak negara, mengungkapkan ada beberapa hidangan nusantara favorit para rekannya yang merupakan warga negara asing (WNA). Masakan favorit tersebut adalah sate ayam, nasi goreng kampung, dan gado-gado serta kerupuk udang.

"Mereka suka sekali dengan nasi goreng," kata Aslida.

Banyak rekan yang menyukai nasi goreng tradisional Indonesia karena cita rasanya berbeda dengan nasi goreng khas China yang cenderung asin dan berwarna kemerahan.

"Kecapnya Indonesia itu rasanya berbeda sekali. Kecap kita ga ada di tempat lain, rasanya manis dan gurih. Itu yang membedakan dan jadi favorit teman-teman di luar negeri," jelas Aslida.

Namun, selain hidangan utama, kehadiran kerupuk udang juga menjadi pelengkap yang ditunggu-tunggu dalam masakan mantan diplomat muda di KBRI Wina, Austria itu.

"Lucunya, mereka juga suka sekali dengan kerupuk udang, atau mereka biasa sebut dengan shrimp crackers sebagai pelengkap yang sederhana namun enak," ujar dia.(Ant)