sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KRL Jogja-Solo beroperasi, wisata ke Borobudur makin mudah

Tiket perjalanan sekali jalan dipatok biaya 8.000, dan itu merupakan harga tetap. 

Indah Nawang Wulan
Indah Nawang Wulan Kamis, 11 Feb 2021 14:43 WIB
KRL Jogja-Solo beroperasi, wisata ke Borobudur makin mudah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

10 Februari 2021 merupakan salah satu hari bersejarah operasi kereta di lintas Yogyakarta-Solo, pertama kali beroperasi KRL secara komersial. Setelah beberapa waktu sebelumnya dilakukan masa uji coba. Itu artinya warga Yogyakarta, Klaten, dan Solo, akhirnya memiliki layanan Kereta Rel Listrik seperti di Jabodetabek.

Surakarta-Yogyakarta yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit dengan jalur darat. Dengan KRL Yogya Solo (60 kilometer), akan ditempuh dalam 1 jam 8 menit (68 menit). Berarti perjalanan dengan KRL Yogya Solo akan menghemat waktu sekitar 34 menit.

Itu artinya, masyarakat tak perlu lagi khawatir jika ingin berpergian pulang-pergi. Adapun stasiun relasinya yaitu Yogyakarta-Lempuyangan-Maguwo-Brambanan-Srowot-Klaten-Ceper-Delanggu-Gawok-Purwosari-Solo Balapan PP atau pulang pergi.

Di lansir laman KAI Commuter, tiket perjalanan sekali jalan dipatok biaya 8.000, dan itu merupakan harga tetap. Artinya jika turun di tengah perjalanan, tetap menggunakan harga yang sama. Pembayaran bisa dilakukan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dari KAI atau kartu uang elektronik lainnya. 

KRL relasi Jogja-Solo mampu menampu 1.600 penumpang dalam sekali perjalanan. Namun dikarenakan pandemi, pembatasan jumlah penumpang menjadi 74 orang per kerta. Jadwal keberangkatan dapat dicek di website resmi KAI Commuter.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyebutkan, keputusan itu juga dilihat dari kenaikan jumlah penumpang KA Prameks yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga daya angkutnya harus ditingkatkan.

Pemerintah juga melihat besarnya penumpang harian di dua kota tersebut. “Diprediksi pada 2021 potensi penumpang hampir 6 juta per tahun. Di 2035 akan ada  kebangkitan ekonomi baru dan ada 29 juta penumpang yang gunakan jalur angkutan massal.” ujarnya dalam webinar (19/2).

Di samping itu juga, Kota Yogyakarta dan Solo diprediksi akan menjadi wilayah aglomerasi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Sponsored

Salah satu tujuan mengapa dihadirkannya KRL relasi Jogja Solo, yaitu adanya destinasi wisata prioritas, Candi Borobudur.

"Ini akan mendukung Borobudur sebagai KSPN (kawasan strategis pariwisata nasional)," kata Zulfikri

Sementara akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno berharap, pengoperasian KRL ini dapat meningkatkan pelayanan jasa angkutan penumpang KA, meningkatkan keselamatan lalu lintas perjalanan KA, meningkatkan pelayanan aksebilitas dan mobilitas antar moda serta keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa, kinerja pengoperasian yang lebih baik, bebas polusi udara dan suara, kapasitas penumpang dapat lebih banyak.

"Selain itu dapat juga meningkatkan jumlah pelancong domestik dan mancanegara untuk menikmati potensi wisata di sekitar Yogyakarta, Klaten dan Solo," ucap dia. (dari berbagai sumber)

Berita Lainnya