sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tiga Tim laboratorium Covid-19 FKKMK UGM jelaskan 3 pengertian pengembangan vaksin

Immunogenecity adalah kemampuan suatu substansi dalam memicu respons imun dari tubuh manusia atau hewan lainnya.

Raihan Putra Tjahjafajar
Raihan Putra Tjahjafajar Minggu, 06 Nov 2022 07:52 WIB
Tiga Tim laboratorium Covid-19 FKKMK UGM jelaskan 3 pengertian pengembangan vaksin

Tim Laboratorium Covid-19 FKKMK UGM, Mohamad Saifudin Hakim, mengatakan, terdapat tiga pengertian pengembangan vaksin. Ketiganya adalah, vaccine efficacy, effectiveness, immunogenicity.

Vaccine efficacy. Hakim menjelaskan, kemampuan dari vaksin untuk mengurangi angka penyakit. Tentunya sudah dilakukan uji klinis. Efikasi ini merupakan seberapa besar kemampuan vaksin tersebut, untuk mengurangi angka kejadian penyakit yang sedang dikembangkan vaksin.

“Vaccine efficacy atau efikasi dari suatu vaksin. Efikasi vaksin ini adalah kemampuan dari vaksin tersebut untuk mengurangi angka beban penyakit dan ini diperoleh dari uji klinis,” jelasnya.

Hal itu diungkapkan Hakim, dalam acara yang bertajuk “Omicron Varian XBB , Akhir Pandemi atau Gelombang Baru Covid-19?” oleh KAGAMA secara virtual, Sabtu (5/11).

Kedua, effectiveness. Ia menjelaskan pada effectiveness ketika vaksin tersebut itu lolos uji klinis, kemudian diterapkan dalam suatu masyarakat, seberapa besar pengurangan suatu penyakit tersebut setelah vaksin tersebut dipakai.

Ketiga, adanya immunogecity yang diukur melalui laboratorium. Hal ini dilakukan karena yang diukur dari imun respons yang dimunculkan pada penerima vaksin tersebut.

“Dua hal ini berbeda dengan immunogecity, immunogecity ini adalah suatu ukuran yang diperoleh dari laboratorium. Mengapa? Karena yang diukur sesuatu imun respons yang dimunculkan pada penerima vaksin,” ujarnya.

Immunogenecity adalah kemampuan suatu substansi dalam memicu respons imun dari tubuh manusia atau hewan lainnya.

Sponsored

Lebih lanjut, Hakim memberikan salah satu contoh pada immunogecity. Misalnya, yang paling sering untuk menjadi ukuran immunogecity adalah titer dari antibodi pada kasus covid-19 seberapa tinggi titer antibodi terhadap spike protein.

Dikutip dari laman LIPI, bila dilihat dengan mikroskop, coronavirus nampak seperti mahkota. Bentuk mahkota ini ditandai oleh adanya "Protein S " yang berupa sepatu, sehingga dinamakan spike protein, yang tersebar disekeliling permukaan virus (tanda panah). "Protein S " inilah yang berperan penting dalam proses infeksi virus terhadap manusia.

“Kemudian ukuran yang lain misalnya, seberapa tinggi induksi dari vaksin tersebut misalnya untuk menginduksi memori tisel, meskipun ini jarang menjadi sesuatu yang diukur untuk immunogecity vaksin,” tambahnya.

Ia mengingatkan pada pengembangan suatu vaksin memang berjalan dengan sangat lama, akan tetapi pada masa pandemi ini bisa diakselarasi karena beberapa fase.

Ia memberikan penjelasan fase tersebut yakni, pada fase 2 dan fase 3 bisa dikombain, nah pada fase 3 ini yang paling kritis pada pengembangan vaskin karena yang dinilai itu safety dan efikasi. Sekali lagi, efikasi ini adalah ukuran yang diperoleh dari uji klinis.

“Setelah lolos di fase 3, baru akan diterapkan, meskipun masih ada fase 4 yaitu, effectiveness monitoring untuk mengetahui seberapa efektif vaksin tersebut, ketika sudah digunakan dalam populasi untuk mereduksi suatu kejadian penyakit,” tuturnya.

Untuk diketahui, Hakim mengatakan, dilihat dari komponen SARS-CoV-2 yang paling berperan dalam pengikatan terhadap target selnya yaitu, spike protein. Konsekuensinya antibody yang dihasilkan oleh tubuh kita yang mentarget spike protein, ini bersifat netralisasi.

Artinya, kalau kita memiliki antibodi netralisasi itu bisa mengeblok adanya proses initial attachment dari SARS-CoV-2 ini ke target selnya. Dan inilah, yang ingin dicapai atau salah satu ukuran keberhasilan dari vaksin. Itu seberapa besar, seberapa ampuh vaksin yang dikembangkan mampu menetralisasi antibody terhadap spike protein.

Berita Lainnya
×
tekid