sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Uji coba empat hari kerja di Inggris, pekerja mengaku lebih bahagia

Gilbert yang harus merawat anak dan kedua orang tuanya mengaku dengan tambahan satu hari libur, ia bisa lebih santai di hari Sabtu.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Jumat, 07 Okt 2022 09:09 WIB
Uji coba empat hari kerja di Inggris, pekerja mengaku lebih bahagia

Di Inggris, selama delapan minggu terakhir sebanyak ribuan pekerja tengah menguji coba sistem kerja empat hari dalam sepekan tanpa ada pemotongan gaji. Uji coba ini merupakan yang terbesar setelah isu empat hari kerja mulai direncanakan. Hasil uji coba ini pun menunjukkan beberapa pekerja merasa lebih bahagia, lebih sehat, dan bisa melakukan pekerjaan mereka lebih baik.

Salah satu pekerja yang merasakan lebih bahagia adalah Lisa Gilbert yang bekerja sebagai manajer layanan pinjaman di Charity Bank Barat Daya Inggris yang menyebut rutinitas baru bekerja empat hari sepekan adalah hal yang “fenomenal”.  Terobosan tersebut menurutnya membuat ia bisa menikmati akhir pekan.

“Saya benar-benar dapat menikmati akhir pekan saya sekarang karena saya punya hari Jumat untuk tugas-tugas saya dan barang-barang saya yang lain atau … jika saya hanya ingin mengajak ibu saya jalan-jalan, saya bisa melakukannya sekarang tanpa merasa bersalah,” ujar Gilbert, dikutip Jumat (7/10).

Gilbert yang harus merawat anak dan kedua orang tuanya mengaku dengan tambahan satu hari libur, ia bisa lebih santai di hari Sabtu tanpa perlu bergegas menyiapkan makanan di Sabtu pukul 6 pagi.

Uji coba ini rencananya berlangsung selama enam bulan dengan mewajibkan 3.300 pekerja di 70 perusahaan untuk bekerja 80% dari minggu biasanya dengan imbalan berjanji untuk mempertahankan 100% produktivitas mereka.

Program ini dijalankan oleh 4 Day Week Global nonprofit, Autonomy, think tank, dan 4 Day Week UK Campaign bekerja sama dengan para peneliti dari Cambridge University, Oxford University dan Boston College. Tujuan uji coba ini dilakukan sebagai penelitian yang mengukur dampak pola kerja baru pada tingkat produktivitas, kesetaraan gender, lingkungan, serta kesejahteraan pekerja. Uji coba akan berakhir di bulan November, dan nantinya keputusan akan kembali ke perusahaan untuk melanjutkan sistem kerja tersebut atau tidak.

Meski membuat perasaan pekerja lebih baik, namun setiap perubahan memerlukan adaptasi. Ini yang dirasakan Direktur Pelaksana di Unity yaitu agen humas di London, Samantha Losey. Di awal penerapan uji coba tersebut, tantangan yang dihadapi adalah kesulitan melakukan serah terima pekerjaan dalam durasi pendek dengan tim kerjanya.

“Benar-benar kacau. Sejujurnya, dua minggu pertama itu, benar-benar berantakan. Kami berada di seluruh toko. Saya pikir saya telah membuat kesalahan besar. Saya tidak tahu apa yang saya lakukan," katanya.

Sponsored

Namun tak butuh waktu lama, ia dan timnya berhasil menemukan cara kerja baru. Losey mengatakan saat ini perusahaannya telah melarang semua rapat internal dilakukan lebih dari lima menit, membuat semua rapat klien menjadi 30 menit, dan menerapkan sistem “lampu lalu lintas” di masing-masing meja pekerja untuk menghindari gangguan kerja yang tak perlu.

Adapun yang dimaksud sistem “lampu lalu lintas” adalah, jika lampu di meja pekerja berwarna hijau, maka pekerja tersebut bisa diajak berbicara. Jika kuning, mereka artinya sibuk namun bersedia untuk bicara. Sedangkan merah sebagai tanda mereka sibuk dan tidak ingin diganggu.

Losey juga tak menampik jika kebijakan lima hari kerja akan kembali diterapkan jika produktivitas justru menurun selama uji coba enam bulan ini.

Hingga bulan lalu, Islandia juga telah melakukan uji coba terbesar di dunia dengan empat hari kerja seminggu. Antara 2015 dan 2019, negara itu menempatkan 2.500 pekerja sektor publiknya melalui dua uji coba. Dan poin penting dalam uji coba tersebut adalah tidak ditemukannya penurunan produktivitas pekerja dan kesejahteraan karyawan.

Bak di perpustakaan yang hening, CEO 5 Squirrels sebuah produsen produk perawatan kulit di Pantai Selatan Inggris, Gary Conroy mengaku dirinya menjadi sangat fokus untuk memastikan karyawannya tetap produktif.

Selama dua jam setiap pagi, dan dua jam setiap sore, staf Conroy mengabaikan email, panggilan telepon, atau pesan Teams dan berkonsentrasi pada proyek mereka.

“Seluruh tempat berjalan seperti perpustakaan, dan semua orang hanya menundukkan kepala dan mengnyelesaikan pekerjaan itu,” katanya.

Uji coba empat hari kerja ini juga dinilai sudah memberikan hari ekstra bagi pekerja untuk kembali melakukan hobi baru mereka, memenuhi ambisi lama, atau sekadar menginvestasikan sisa waktu dalam hubungan mereka. Ini terbukti dari banyaknya pekerja yang mengambil kelas memasak, les piano, menjadi sukarelawan, memancing, bermain sepatu roda, dan bersepeda. Hal ini dirasa sangat cocok dengan kehidupan manusia di abad ke-21.

Direktur Akun di Unity, Emily Morrison menyebutkan empat hari kerja telah memberikan manfaat besar dalam dirinya. Ia tak lagi cemas di saat hari Minggu karena sudah memiliki banyak waktu senggang selama akhir pekan.

“Memiliki lebih banyak waktu senggang dan lebih sedikit 'ketakutan di hari Minggu' selama akhir pekan telah membantu meningkatkan kesehatan mental saya dan mendekati minggu dengan sikap yang lebih positif, daripada stres," ujar Morrison. 

Berita Lainnya
×
tekid