sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Waspadai penyakit mematikan di musim hujan

Salah satunya leptospirosis atau infeksi akibat bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. 

Hermansah
Hermansah Kamis, 25 Nov 2021 11:36 WIB
Waspadai penyakit mematikan di musim hujan

Musim penghujan sudah dimulai. Di beberapa wilayah hujan sudah rutin turun. Bersamaan dengan musim ini, ada beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai. Salah satunya leptospirosis atau infeksi akibat bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. 

Umumnya masyarakat lebih mengenal penyakit ini dengan sebutan penyakit kencing tikus. Bakteri leptospira memang bisa masuk melalui kulit yang luka jika terkena genangan air banjir yang telah terpapar kencing tikus.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safar mengatakan, selain penyakit demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis menjadi salah satu penyakit berbahaya saat memasuki musim hujan. Penyebaran penyakit ini bisa melalui air banjir.

"Bakteri leptospira dapat masuk melalui kulit yang luka. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian. Kita perlu berhati-hati jika punya luka terbuka, apalagi hujan akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang," ujar Erizon, disitat dari PPID, Kamis (25/11).

Erizon mengimbau masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan maupun rumah. Saat terjadi banjir, kata dia, usahakan memakai sepatu bot atau sarung tangan karet agar tidak terjadi kontak langsung dengan air.

Orang yang terinfeksi leptospirosis, jelas dia, akan mengalami demam. Biasanya diikuti mata merah, ada batuk, flu, mual, muntah, diare dan nyeri otot yang sangat sakit di betis hingga sakit kepala. 

"Yang paling sering tandanya itu betis kalau dipencet sakit. Gejala sakit biasanya muncul dalam selang waktu 2-14 hari pascakontak langsung sumber infeksi," jelas Erizon.

Infeksi leptospirosis bisa sembuh sendiri dengan mengonsumsi obat antibiotik. Jika orang yang terinfeksi sudah lemah dan komplikasi hingga ke liver atau pankreas bisa menyebabkan pasien meninggal. 

Sponsored

Di Jakarta Pusat, kata dia, berdasarkan data dari fasilitas kesehatan hingga kini belum ditemukan kasus leptospirosis. "Beberapa puskesmas yang kreatif membuat imbauan dengan menyebarkan informasi penyakit ini berkeliling hingga ke tengah permukiman warga," tandas Erizon.

Berita Lainnya
×
tekid